Home / Belitong Humanities

Selasa, 7 Maret 2023 - 15:51 WIB

Isyak Sebut Belitung Butuh Krematorium, Perlu Sosialisasi dan Edukasi yang Komprehensif

Rapat pembahasan persoalan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Belitung.

Rapat pembahasan persoalan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Belitung.

BelitongToday, Tanjungpandan – Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie menilai Kabupaten Belitung membutuhkan Krematorium atau rumah pembakaran jenazah.

Menurutnya Krematorium adalah kebutuhan masa depan.

“Krematorium adalah kebutuhan dan di setiap daerah saat ini sudah ada Krematorium,” terangnya, Senin (6/3).

Isyak menyampaikan ini dalam rangka menyikapi penolakan masyarakat terhadap pembangunan Krematorium atau rumah pembakaran jenazah di Desa Dukong, Tanjungpandan beberapa waktu lalu.

Ia menilai, gelombang penolakan dari para warga atas pembangunan rumah pembakaran jenazah tersebut karena minimnya sosialisasi dan edukasi dari pihak yayasan terkait.

Baca Juga  John Herdman Resmi Tangani Timnas Indonesia dan U-23, Simak Siapa Dia

“Jadi menurut saya ini ada komunikasi yang ada jarak sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi yang lengkap,” imbuhnya.

Isyak meyakini, pada dasarnya masyarakat Belitung adalah masyarakat yang sangat toleran.

“Kekuatan Belitung adalah keberagaman atau pelangi itu yang membuat menjadi kuat dan indah,” ungkapnya.

Isyak berpendapat, krematorium adalah suatu kebutuhan masa depan dengan tujuan untuk mereduksi jumlah lahan perkuburan terutama untuk warga kalangan nonmuslim.

Baca Juga  Sebanyak 120 'Kik Dukun' Belitung Terima Dana Insentif, Ketua FKAB Mukti Maharip Sampaikan Apresiasi

“Apalagi, Belitung adalah destinasi wisata. Misalnya nanti ada wisatawan yang meninggal di Belitung dan minta dikremasi namun tidak bisa, sehingga jenazahnya harus dibawa menggunakan pesawat. Dalam hal ini Krematorium adalah kebutuhan,” paparnya.

Ia menyarankan, agar pihak yayasan terkait dapat melakukan sosialisasi lebih masif kepada masyarakat atau tokoh yang menolak pembangunan tersebut.

“Mungkin dengan studi ke beberapa daerah yang sudah mempunyai Krematorium sehingga ada pemahaman dan keterbukaan pemikiran,” ungkapnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Bukber

Belitong Humanities

Jadi Contoh Bagi Masyarakat, Sekda Belitung Ingatkan ASN Agar Tidak “Bukber” Berlebihan

Belitong Humanities

‎Jangan Sampai Hilang dan Terlupa, Wabup Beltim Ajak Lestarikan Bahasa Daerah

Belitong Humanities

Kejari Beltim Gelar Tindak Lanjut Rencana Tata Kelola Kerjasama Kemitraan Jasa Penambangan Timah

Belitong Humanities

Pemkab Belitung Gelar Rapat Persiapan Peringatan Hari Pahlawan 2025

Belitong Humanities

KPU Belitung Sampaikan Penghargaan ke Pj Bupati Belitung, Kolaborasi Sukseskan Pilkada 2024

Belitong Humanities

APDESI Belitung Minta Tunjangan Gaji ke-13 dan THR
Paal Satu

Belitong Humanities

Polemik Lapangan Sepakbola Paal Satu Berubah Jadi Kavlingan, Ini Penjelasan Lurah

Belitong Humanities

Wujudkan Keselamatan Mudik 2024, Dishub Belitung Cek Urine Sopir Bus, Ini Hasilnya