Home / Belitong Humanities

Selasa, 7 Maret 2023 - 15:51 WIB

Isyak Sebut Belitung Butuh Krematorium, Perlu Sosialisasi dan Edukasi yang Komprehensif

Rapat pembahasan persoalan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Belitung.

Rapat pembahasan persoalan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Belitung.

BelitongToday, Tanjungpandan – Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie menilai Kabupaten Belitung membutuhkan Krematorium atau rumah pembakaran jenazah.

Menurutnya Krematorium adalah kebutuhan masa depan.

“Krematorium adalah kebutuhan dan di setiap daerah saat ini sudah ada Krematorium,” terangnya, Senin (6/3).

Isyak menyampaikan ini dalam rangka menyikapi penolakan masyarakat terhadap pembangunan Krematorium atau rumah pembakaran jenazah di Desa Dukong, Tanjungpandan beberapa waktu lalu.

Ia menilai, gelombang penolakan dari para warga atas pembangunan rumah pembakaran jenazah tersebut karena minimnya sosialisasi dan edukasi dari pihak yayasan terkait.

Baca Juga  Tertinggi Kedua di Babel, Tingkat partisipasi Pemilih dalam Pilkada Belitung 2024 capai 73,5 Persen

“Jadi menurut saya ini ada komunikasi yang ada jarak sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi yang lengkap,” imbuhnya.

Isyak meyakini, pada dasarnya masyarakat Belitung adalah masyarakat yang sangat toleran.

“Kekuatan Belitung adalah keberagaman atau pelangi itu yang membuat menjadi kuat dan indah,” ungkapnya.

Isyak berpendapat, krematorium adalah suatu kebutuhan masa depan dengan tujuan untuk mereduksi jumlah lahan perkuburan terutama untuk warga kalangan nonmuslim.

Baca Juga  Ada Indikasi Monopoli Peternak Besar, Peternak Ayam Mandiri Belitung Kesulitan Mendapatkan DOC, Bakal RDP ke DPRD

“Apalagi, Belitung adalah destinasi wisata. Misalnya nanti ada wisatawan yang meninggal di Belitung dan minta dikremasi namun tidak bisa, sehingga jenazahnya harus dibawa menggunakan pesawat. Dalam hal ini Krematorium adalah kebutuhan,” paparnya.

Ia menyarankan, agar pihak yayasan terkait dapat melakukan sosialisasi lebih masif kepada masyarakat atau tokoh yang menolak pembangunan tersebut.

“Mungkin dengan studi ke beberapa daerah yang sudah mempunyai Krematorium sehingga ada pemahaman dan keterbukaan pemikiran,” ungkapnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Cuti Bersama

Belitong Humanities

Cuti Bersama Imlek, KBM di Belitung Kembali Aktif Hari Selasa

Belitong Humanities

Sambut Hari Nusantara 2022, Dinas Perikanan Belitung Bakal Gelar Lomba Memasak Ikan
Pelabuhan Tanjungpandan

Belitong Economic and Business

Arus Balik Lebaran 2023, Sebanyak 328 Penumpang Berangkat dari Pelabuhan Tanjungpandan

Belitong Humanities

Wakapolres Belitung Cek Program Ketahanan Pangan Desa Air Pelempang Jaya

Belitong Humanities

Kuasa Hukum PT. Belpi Desak Polres Belitung Tetapkan FJ sebagai Tersangka, Ini Alasannya!
LSM PPDA Belitung

Belitong Humanities

LSM PPDA Belitung Sosialisasikan Keselamatan Berlalulintas Bagi Pelajar

Belitong Humanities

Tempuh 2,5 Jam Perjalanan, BPBD Belitung Salurkan Bantuan Korban Puting Beliung Pulau Gresik
Pembakaran Kitab Suci

Belitong Humanities

Aksi Pembakaran Kitab Suci umat Islam, Swedia-Turki Semakin Panas!