BelitongToday, Tanjungpandan – Jumlah kasus DBD di Belitung sampai November 2023 tercatat mencapai 428 kasus atau naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kasus DBD tahun lalu hanya sebanyak 194 kasus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) mengajak masyarakat untuk melaksanakan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah kasus DBD.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Belitung, Sri Agustini menerangkan peningkatan jumlah kasus DBD dipengaruhi beberapa faktor di antaranya adalah terjadinya peralihan musim dari kemarau ke penghujan.
“Memang melihat bulannya, saat ini kan Desember, musim hujan dan pancaroba,” katanya.
Ia mengemukakan, selain itu, faktor meningkatnya kasus DBD adalah rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal.
“Memang masyarakat kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Kami sudah mengeluarkan dua kali surat edaran bupati dari awal tahun dan baru-baru ini kami perbaharui lagi,” paparnya.
Sri berharap masyarakat dapat lebih peduli dengan kebersihan lingkungan tempat tinggal untuk mencegah meningkatnya kasus DBD.
Ia menjelaskan, masyarakat tidak hanya bisa mengandalkan fogging atau pengasapan saja, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa.
“Sedangkan yang lebih penting adalah memberantas sarang nyamuk,” ujarnya.







