BelitongToday, Tanjungpandan – Komisi III DPRD Belitung melakukan kunjungan kerja ke BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (4/8).
Kunjungan kerja tersebut belangsung untuk melaksanakan koordinasi dan konsultasi terkait program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Bencana (Bangga Kencana). Serta, percepatan penurunan stunting Tahun 2023.
Kedatangan Komisi III DPRD Belitung disambut langsung oleh Kepala BKKBN Babel, Mhd Irzal di kantor BKKBN Babel.
Ketua Komisi III DPRD Belitung, Suherman mengatakan tujuan Komisi III DPRD Belitung melakukan kunjungan kerja ke BKKBN Babel untuk berkolaborasi terkait angka stunting di Belitung.
Hal ini karena BKKBN memiliki program inovatif dalam rangka percepatan penurunan stunting salah satunya adalah program Bangga Kencana.
“Setelah kita berkoordinasi ternyata ada kewenangan yang harus kita sikapi betul-betul. Di mana, BKKBN Babel biasanya hanya mengimbau dan mengharapkan kinerja posyandu dan kader-kader yang berkaitan dengan stunting inilah,” kata Suherman.
Menurutnya, ada 600 lebih anak di Belitung yang masih terindikasi stunting. Sosialisasi terkait pola hidup sehat dan usia pernikahan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan gizi harus gencar untuk menekan kasus stunting di Belitung.
Selain itu, di Belitung ada 49 desa, sedangkan tenaga kesehatan yang bisa menyosialisasikan hal tersebut masih kurang. Karena, jumlah desa tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan yang ada.
“Untuk tenaga kesehatan juga kita masih kurang karena merekalah yang harus melakukan sosialisasi dan pendataan di lapangan,” jelasnya
Capaian Realisasi Dana BOKB Belum Optimal
Sedangkan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) capaian realisasinya belum maksimal. Hal ini juga akan menjadi pertanyaan DPRD Belitung ke Pemkab Belitung terkait kendala-kendalanya.
“Kami minta pemkab Belitung mengiventarisir apa saja kendala-kendala. Sehingga kami dari legislatif akan mendorong apa yang menjadi penyebab realisasi BOKB itu tidak maksimal,” bebernya.
Sementara itu, Kepala BKKBN Babel, Mhd Irzal mengatakan pihaknya sangat senang atas kepedulian untuk berkolaborasi melakukan percepatan penurunan stunting. Dari pertemuan tersebut DPRD Belitung juga menyatakan siap menurunkan angka stunting di Babel.
“Kami berterima kasih kepada DPRD Belitung yang telah berkunjung ke BKKBN dalam rangka untuk menyukseskan program Bangga kencana. Serta, menyukseskan percepatan stunting tahun ini,” katanya.
Menurut Mhd Irzal, di Babel angka SSGI sudah berada di bawah nasional yakni 18,5 persen. Namun, Belitung berada di atas satu digit rata-rata provinsi yakni 11, 6 yang artinya jika ada 100 anak di Belitung, ada 11 anak berpotensi stunting.
“Kita akan memberi edukasi dan sosialisasi melalui tim pendamping keluarga yang akan memberi pendampingan ke calon pengantin. Juga, ibu hamil dan ibu menyusui guna menekan angka stunting di daerah,” sebutnya.
Selain itu, Komisi III DPRD Belitung dan BKKBN Babel juga berkoordinasi terkait bagaimana menggunakan dana BOKB agar realisasi dana tersebut maksimal. Sehingga, keluarga stunting bisa terintervensi dengan baik.
“Kita juga berkoordinasi tentang BOKB agar bersama-sama kita membangun keluarga yang berkualitas sehingga stunting menurun dan kualitas keluarga lebih meningkat,” tutupnya. (Adoy)







