BelitongToday, Tanjungpandan – Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Tunas Batu Pengasah terus mendorong kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan melalui kegiatan Study Tour bertajuk “Menjaga Alam dan Cintai Alam”.
Di bawah naungan UPTD KPHL Belantu Mendanau, KUPS Tunas Batu Pengasah menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar terbuka bagi generasi muda, masyarakat, kelompok sadar wisata (pokdarwis), hingga komunitas lokal untuk mengenal sekaligus menjaga keanekaragaman hayati Pulau Belitong.
Rangkaian study tour ini menyasar dua destinasi unggulan di dua kabupaten sekaligus, yakni kawasan Gunung Tajam di Kabupaten Belitung dan Pantai Serdang di Kabupaten Belitung Timur, pada Rabu (16/09/2026) dan Kamis (17/09/2026).
Melalui kunjungan lapangan ini, para peserta mendapatkan pengalaman langsung menikmati keindahan alam sembari memahami pentingnya menjaga kebersihan ekosistem wisata.
Ketua KUPS Tunas Batu Pengasah, Yordan, menjelaskan bahwa inti dari gerakan ini adalah membangun kesadaran kolektif dalam memelihara kebersihan lingkungan di setiap destinasi yang dikunjungi.
“Intinya kami ingin mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan kebersihan. Apa yang kita nikmati sekarang merupakan bagian dari alam yang harus kita jaga bersama,” ujar Yordan.
Ia menambahkan, aksi ini diharapkan mampu memotivasi kelompok wisata maupun komunitas lain untuk menginisiasi kegiatan serupa secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurut Yordan, upaya pelestarian lingkungan tidak bisa berjalan sendiri tanpa sinergi banyak pihak. Dalam kegiatan ini, keterlibatan pelaku UMKM dan pihak sponsor menjadi krusial.
“Dukungan dari UMKM dan para sponsor sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kegiatan menjaga alam bisa dilakukan bersama-sama dan melibatkan banyak pihak,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, KUPS Tunas Batu Pengasah menanamkan sejumlah nilai dasar edukasi lingkungan kepada peserta, seperti penghematan penggunaan air, pengurangan sampah plastik, hingga aksi nyata konservasi alam.
Di sisi lain, Yordan juga menyuarakan aspirasi terkait pentingnya pembenahan fasilitas umum di kawasan destinasi wisata. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kelengkapan sarana dasar, seperti toilet dan tempat bilas, guna menunjang kenyamanan wisatawan.
“Kalau bisa, setiap destinasi wisata yang dikembangkan sudah memiliki toilet dan tempat bilas. Sarana seperti ini sangat penting bagi wisatawan. Mudah-mudahan ke depan pemerintah memiliki program khusus untuk melengkapi fasilitas di setiap destinasi, baik pantai maupun kawasan perbukitan,” harapnya.
Ke depan, KUPS Tunas Batu Pengasah menargetkan kegiatan ini dapat bertransformasi menjadi agenda tahunan yang merangkul seluruh komunitas wisata di Pulau Belitong.
“Harapan kami ke depan, komunitas wisata lainnya juga memiliki program tahunan seperti silaturahmi dan aksi bersih-bersih di destinasi wisata. Dengan begitu, destinasi tetap terjaga dan kelompok wisatanya semakin bersemangat,” pungkasnya.
Adapun kegiatan study tour ini sukses terlaksana berkat kolaborasi dan dukungan dari sejumlah sponsor lokal, di antaranya Adena, Blitss, Kelayang Adventures, Sepiak, dan Klapa.
Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pariwisata berbasis edukasi dan berkelanjutan di Belitong. (Adoy)
![]()







