Ia menjelaskan, sebelum bantuan diserahkan kepada penerima, Baznas Belitung terlebih dahulu melakukan tahapan-tahapan yang memang sudah menjadi standar dan operasional prosedur dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Meskipun beliau seorang penyandang disabilitas Baznas Belitung tetap melakukan tahapan-tahapan yang sesuai dengan SOP dalam bidang penyaluran seperti pengajuan oleh pemohon, survei lapangan, dan rapat pimpinan untuk menentukan layak dibantu atau tidak,” ujarnya.
Firmansyah menyebutkan, Syaiful Alam adalah sosok yang inspiratif tetap semangat dan gigih bekerja memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya dan tidak mau menjadi beban dengan kondisi keterbatasan yang dimilikinya.
“Hal ini menjadi inspirasi bagi kita semua yang saat ini dalam kondisi normal ataupun sehat agar selalu berupaya dan berusaha serta tidak menjadi beban bagi orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya
Sementara itu, Syaiful Alam mengucapkan terima kasih kepada Baznas Belitung dan orang-orang yang telah mengeluarkan zakatnya di Baznas Belitung karena telah membantu dirinya dan usaha yang tengah dijalankannya.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada baznas Belitung serta muzaki (orang yang berzakat) dalam membantu kebutuhan saya berupa alat-alat kerja yang saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga saya,” ungkapnya. (Nazriel)







