BelitongToday, Tanjungpandan – Para peserta Diklat Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) melakukan kunjungan ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan, Rabu (31/5) kemarin.
Kunjungan tersebut untuk melihat potensi kelautan dan perikanan yang Belitung miliki.
Salah satu peserta Diklat Sesparlu Kemenlu, Martin menjelaskan kunjungan ke PPN Tanjungpandan tidak terlepas dari rangkaian program pendidikan dan pelatihan yang mereka jalani saat ini.
“Kebetulan kami saat ini sedang mengikuti program pendidikan dan pelatihan. Program ini adalah program Sesparlu jadi kami melakukan kunjungan ke daerah-daerah,” ucapnya.
Ia menambahkan, kunjungan ini sebagai salah satu “final projects” yang harus mereka lakukan.
“Jadi kami memang harus datang berkunjung ke daerah-daerah untuk melihat potensi yang ada di daerah,” imbuhnya.
Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya sebatas melihat potensi yang daerah miliki saja. Namun, bagaimana mengolah potensi tersebut untuk mendatangkan rupiah dari luar negeri.
“Apa yang kita lakukan bukan hanya sekedar melihat potensi tetapi bagaimana mengolahnya untuk kita jual ke luar negeri,” kata Martin
Martin menilai, potensi sektor perikanan dan kelautan yang Belitung miliki sangat baik namun memang masih menghadapi sejumlah tantangan.
“Memang kami melihat bahwa Belitung salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi perikanan yang sangat baik. Tetapi, berdasarkan penelitian yang kami lakukan, Belitung masih menghadapi tantangan,” ujarnya.
Bawa Investor dari Jepang
Tantangan tersebut salah satunya adalah mengenai keberadaan cold storage atau lemari pendingin ikan.
Oleh karena itu pihaknya melakukan kunjungan langsung ke Belitung untuk melihat langsung keberadaan cold storage di Belitung.
“Seperti apa cold storage yang ada di Belitung kemudian kebutuhannya seperti apa. Nanti, dari sini kami akan berupaya mencari calon investor yang ada di luar negeri,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dalam kunjungan tersebut pihaknya juga membawa salah satu investor dari Jepang.
“Karena memang kami Kementerian Luar Negeri tentunya menjajakan produk ke luar negeri. Kemarin itu kami melakukan kegiatan jadi kami melakukan semacam “investment forum“. Kami mengundang salah satu investor dari Jepang, yaitu Mitsubishi Logistic,” ungkapnya.
Hal ini ia lakukan untuk menghubungkan kebutuhan di Belitung dengan ketersediaan investor di luar negeri.
“Inilah yang kami lakukan semacam connecting atau menghubungkan antara kebutuhan di Belitung dengan ketersediaan di Jepang. Jadi tujuannya kurang lebih seperti itu,” tutupnya. (Ferdy)







