Oleh: Putri Selita Firdaus, (Tim Litbang DJN Wanadri Belitong Sea Kayak Expedition 2024)
Matahari masih menguji ketangguhan kami lewat sinarnya mampu menyayat – nyayat kulit tangan dan muka saat bertolak menuju kawasan Tanjung Kelayang Reserve, perjalanan ini dengan memakan waktu sekitar 38 menit. Setibanya di Tanjung Kelayang Reserve udara panas perlahan tergantikan oleh suasana asri nan bersahaja. Dari gaya arsitekturnya kami dapat menangkap dengan jelas upaya kawasan ini menyelarasan diri dengan alam.
Tanjung Kalayang Reserve sebagai pengembang dan regulator utama di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang, berkolaborasi dengan alam untuk melestarikan lingkungan serta mengurangi dampak perubahan iklim di wilayah tersebut. Tanjung Kelayang Reserve telah mengaklokasikan hampir setengah dari 200 hektar area pengembangannya sebagai suaka margasatwa yang juga berfungsi sebagai waduk alami dan daerah tangkapan air hujan.
Tanjung Kalayang Reserve adalah kawasan luas yang memiliki banyak jenis hutan mulai dari hutan primer, gambut, kerangas, juga sekuder. Saat men yang memiliki banyak jenis hutan melilingi kawasan TKR, dijelaskan bagaimana cara mereka mengolah hasil alam serta memanfaatkan kekayaan Bumi Belitong di segala aspek, secara tidak langsung langkah memperkenalkan kekayaan Belitong kepada masyarakat dunia.








