Home / Belitong Economic and Business

Kamis, 26 Januari 2023 - 14:33 WIB

Nelayan Seliu Keluhkan Aktivitas Kapal Compreng, Gelar Pertemuan di Dinas Perikanan Belitung, Ini Hasilnya

Nelayan Desa Seliu menggelar pertemuan dengan pihak pengusaha kapal compreng yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung terkait keluhan nelayan terhadap aktivitas kapal compreng di wilayah perairan Pulau Seliu, Kamis (26/1).

Nelayan Desa Seliu menggelar pertemuan dengan pihak pengusaha kapal compreng yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung terkait keluhan nelayan terhadap aktivitas kapal compreng di wilayah perairan Pulau Seliu, Kamis (26/1).

BelitongToday, Tanjungpandan – Nelayan Desa Seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, keluhkan aktivitas kapal compreng di wilayah perairan Pulau Seliu.

Kepala Desa Seliu, Edyar mengatakan keberadaan kapal compreng tersebut mengganggu wilayah tangkap nelayan tradisional lokal.

“Nelayan tradisional kami merasa terganggu dan keluhkan aktivitas kapal compreng di perairan Pulau Seliu,” katanya kepada BelitongToday, Kamis (26/1) siang.

Menurut Edyar, kapal compreng tersebut telah beraktivitas selama dua bulan terakhir sehingga membuat tangkapan nelayan berkurang.

“Biasanya nelayan kami bisa selama tiga bulan mencari cumi di wilayah itu namun sekarang tidak sampai satu bulan cumi sudah habis,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dengan demikian nelayan melaporkan keberadaan kapal compreng kepada Pemerintah Desa Seliu.

Baca Juga  Antisipasi Kelangkaan, Pertamina, Pemkab Belitung Timur Tambah Pasokan Gas Melon

Nelayan menyebutkan melihat secara langsung sebanyak 24 kapal compreng beraktivitas di bawah tujuh mil.

Padahal dalam aturan wilayah tangkap kapal compreng adalah berada di atas 12 mil dari bibir pantai.

Selanjutnya Pemerintah Desa Seliu melaporkan peristiwa tersebut ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Kami sudah melakukan pertemuan pada tanggal 6 Januari sebagai pernyataan sikap, namun pihak kapal compreng tetap tidak mengindahkan,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengirimkan surat ke DKP Bangka Belitung untuk menangani persoalan aktivitas kapal compreng tersebut.

“Pihak DKP Bangka Belitung menindaklanjuti dan melaksanakan pertemuan pada hari ini,” jelasnya.

Ediar menjelaskan, pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan antara nelayan dan pengusaha kapal compreng tentang pembagian zona wilayah tangkap.

Baca Juga  Dishub Belitung Optimis Retribusi Parkir Tepi Jalan Tercapai

“Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nanti demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan desa Pulau Seliu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, adapun poin kesepakatan dari pertemuan tersebut antara lain pelarangan kapal compreng menangkap di radius satu mil dari Karang Naga dan Karang Kulit.

Kemudian kapal compreng tidak boleh menangkap radius tiga mil ke arah selatan dari Pulau Dua Belitung.

Namun, jika kapal compreng dalam situasi emergency boleh berada di dalam wilayah tersebut namun tidak melakukan aktivitas penangkapan.

“Kami juga meminta adanya kapal pengawas untuk stay di perairan Seliu sehingga memudahkan untuk mengawasi dan memantau hasil kesepakatan ini,” jelasnya. (Nazriel)

https://youtu.be/HknPR4dDkBU

Share :

Baca Juga

Edi

Belitong Economic and Business

Edi Prio Pambudi: ASEAN Wajib Kembangkan Ekonomi Biru

Belitong Economic and Business

Pertumbuhan Ekonomi Belitung Sedang Tidak Baik-baik Saja, Berikut Rilis Resmi BPS Belitung

Belitong Economic and Business

Launching PT BUP Tanjong Batu, Bupati Berharap Belitung tak hanya Dikenal Lewat Laskar Pelangi

Belitong Economic and Business

‎Kabar Baik untuk Masyarakat Belitung, Beras SPHP Bakal Disalurkan Kembali, Segini Harganya!

Belitong Economic and Business

‎Erupsi Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan Rute Penerbangan Jakarta–Tanjungpandan
Baznas Belitung

Belitong Economic and Business

Baznas Belitung Bantu Biaya Pelunasan Hutang Warga
BLT Buluh Tumbang

Belitong Economic and Business

Pemdes Buluh Tumbang Bagikan BLT-DD Kepada 62 Warga

Belitong Economic and Business

PT. BSAL Sudah Lama Tidak Beroperasi, Kok Bisa Mengirim 15 Truk Balok Timah ke Pulau Bangka