BelitongToday, Tanjungpandan – Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok di tingkat distributor berada dalam kondisi aman dan melimpah menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
Pemerintah daerah telah melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan konsumsi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan DKUKMPTK Belitung, Sukarya, menyatakan bahwa pemantauan intensif di lapangan terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok. Ia menegaskan bahwa kelancaran distribusi logistik dari luar daerah menjadi kunci utama stabilitas cadangan pangan di Pulau Belitung.
”Menjelang lebaran kita pastikan stok bahan kebutuhan pokok sangat memadai untuk memenuhi konsumsi masyarakat. Hingga saat ini, alur distribusi barang ke gudang-gudang distributor berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Sukarya.
Berdasarkan data terbaru per akhir Februari 2026, stok sejumlah komoditas utama tercatat cukup besar. Cadangan beras di tingkat distributor mencapai 1.530,917 ton, disusul tepung terigu sebanyak 679 ton, dan gula pasir sebesar 228,68 ton.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, tersedia stok minyak goreng sebanyak 69,646 ton dan tepung sagu sebanyak 88 ton. Selain itu, bahan pelengkap seperti kacang tanah (26,5 ton), kacang hijau (14 ton), garam (3,5 ton), serta kacang kedelai (3 ton) juga dinyatakan siap disalurkan ke pasar-pasar tradisional.
Dalam menjaga stabilitas ini, DKUKMPTK terus bersinergi dengan Bulog Belitung dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan pengawasan rutin ke gudang suplai maupun pasar.
Sukarya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan bijak dalam berbelanja. Ia meminta warga untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying, mengingat pasokan diproyeksikan aman hingga tiga bulan ke depan.
”Kami meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena pasokan barang pokok sangat melimpah di lapangan, bahkan mencukupi hingga tiga bulan ke depan,” tandasnya. (Adoy)
![]()







