BelitongToday, Tanjungpandan – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjungpandan terus berupaya mendorong agar dilaksanakan pengerukan terhadap kolam dan alur di area Pelabuhan Tanjungpandan.
Pasalnya saat ini aktivitas sandar serta bongkar muat kapal masih tergantung pasang surut air laut, apalagi sedimentasi area tersebut semakin meningkat.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjung Pandan Ferrial Dunan Sidabutar mengatakan, saat ini mereka juga sedang berjuang untuk melaksanakan pengerukan di area alur dan kolam.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas kapal dan bongkar muat di Pelabuhan Tanjungpandan.
“Kami terus melakukan upaya agar kegiatan operasional tidak terganggu di lapangan,” kata Ferrial Dunan Sidabutar.
Menurut Ferrial, mengenai kondisi alur yang dangkal sebagai lalu lintas kapal dan harapannya perlu dilakukan pengerukan agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari karena arus lalu lintas ini sebagai lokomotif perekonomian daerah.
Tentu hal tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat untuk menindaklanjutinya, namun Pelindo akan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Progress tetap berjalan, kami awal bulan kemarin ke KKP dalam pemanfaatan ruang laut, tapi dokumen dan kajian yang diminta oleh kementrian itu masih ada yg perlu dilengkapi,” jelasnya.
Selain itu, masih ada langkah selanjutnya yang harus dijalani yakni ke Kementrian terkait lainnya, serta juga sebelum pengerukan harus ada PNBP yang disetorkan terlebih dahulu.
“Kita berharap akhir Tahun 2025 bisa dilakukan pengerukan,” sebutnya.
Namun, selama ini mereka terus berupaya melakukan antisipasi, agar pelaksanaan operasional di pelabuhan tetap berjalan lancar dan tidak terganggu.
“Kami terus melakukan upaya agar kegiatan operasional tidak terganggu di lapangan,” tandasnya. (Adoy)







