BelitongToday, Tanjungpandan – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjungpandan resmi meluncurkan penerapan Single Truck Identification Data (STID) dan Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM) di Pelabuhan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kamis 21 Mei 2026.
Langkah digitalisasi operasional kepelabuhanan tersebut merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung penuh implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang diamanatkan oleh pemerintah pusat.
General Manager Pelindo Regional 2 Tanjungpandan Andi Oktavian Dwi Cahyo di Tanjungpandan, Kamis, mengatakan bahwa implementasi STID dan SIMON TKBM merupakan tonggak penting integrasi data guna memastikan transparansi serta standardisasi seluruh proses pelayanan logistik.
“Implementasi STID dan SIMON TKBM adalah wujud komitmen kami dalam mendukung program Stranas PK. Melalui integrasi data, seluruh proses dipastikan berjalan transparan dan terstandar,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, STID akan berfungsi sebagai basis data identitas tunggal bagi setiap armada truk pengangkut barang yang beroperasi di dalam kawasan pelabuhan.
Sementara itu, aplikasi SIMON TKBM dihadirkan untuk mempermudah manajemen, pelaporan, serta pengawasan tata kelola tenaga kerja bongkar muat secara real-time.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan Bambang Candra menegaskan bahwa program tersebut wajib didukung penuh oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Pelabuhan Tanjungpandan tanpa terkecuali.
”Kedua program ini merupakan program dari pemerintah pusat. Sehingga, seluruh elemen yang ada di Pelabuhan Tanjungpandan harus mendukung implementasi dua program ini. Digitalisasi ini memberikan pengawasan di lapangan untuk memastikan standar keamanan dan ketertiban area pelabuhan berdasarkan data yang real-time,” kata Bambang.
Menurut Bambang, penguatan aspek digitalisasi ini juga akan mempersempit ruang gerak praktik pungutan liar (pungli) sekaligus memangkas birokrasi yang tidak efisien, sejalan dengan target tata kelola pelabuhan yang bersih.
Kegiatan peresmian go-live ini turut dihadiri secara langsung oleh Ketua DPC ALFI/ILFA Hendri Apriadi, Ketua Koperasi TKBM Romantis, serta jajaran perwakilan pengguna jasa kepelabuhanan wilayah Belitung.
Ke depan, pihak otoritas pelabuhan bersama Pelindo dan asosiasi logistik berkomitmen melakukan pemantauan serta evaluasi berkala guna memastikan masa transisi sistem berjalan optimal serta memberikan dampak positif yang konkret bagi efisiensi arus barang di Pulau Belitung. (Nazriel/Rel)
![]()







