Home / Belitong Economic and Business

Senin, 25 Maret 2024 - 15:20 WIB

Pemkab Beltim Bakal Tata Ulang Keberadaan ‘Meja Goyang’, Ada Apa?

Ilustrasi meja goyang di Kabupaten Belitung Timur.

Ilustrasi meja goyang di Kabupaten Belitung Timur.

BelitongToday , Manggar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) akan melakukan penataan ulang aktivitas meja goyang timah di Kabupaten Beltim.

Hal ini lantaran ke depannya diharapkan tidak ada lagi meja goyang yang berada dekat dengan pemukiman warga.

Penertiban ini untuk bertujuan agar warga terhindar dari penyakit dan radiasi yang ditimbulkan oleh aktivitas meja goyang. Mengingat efek radiasi dan partikel debu timah sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Jangan salah kaprah. Tujuan verifikasi dan pendataan meja goyang ini bukan untuk menutup atau menghentikan aktivitasnya, namun lebih kepada penataan dan lokalisasi, agar tidak berbahaya bagi masyarakat,” kata Bupati Beltim, Burhanudin, saat Safari Ramadan di Mesjid Al-Barkah Desa Aik Kelik Kecamatan Damar beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, jumlah seluruh meja goyang yang diperkirakan mencapai 250-300 meja. Rencananya mereka akan ditempatkan di lokasi khusus, jauh dari permukiman warga namun dekat dengan aktivitas tambang timah. Penentuan lokasi akan dibahas dengan PT. Timah.

“Kita akan koordinasi dulu dengan PT Timah, supaya tidak ada lagi yang di tengah-tengah kampung. Kesannya liar dan dampaknya sudah mulai terlihat,” ungkap Aan sapaan Burhanudin.

Baca Juga  Bawaslu Belitung Umumkan Hasil Seleksi Panwascam, Berikut Daftarnya

Usai lebaran ini, kata Aan, Pemkab Beltim akan menggelar Rapat Koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta pihak-pihak yang berkepentingan. Rapat ini juga sekaligus akan membahas legalitas meja goyang.

“Memang semuanya tidak ada izin, makanya kita akan cari cara bagaimana supaya pekerja tambang bisa menjual timahnya namun asal-muasal timahnya juga harus jelas,” ujar Aan.

Banyak Warga Terpapar Radiasi Namun Tak Sadar

Bahaya bagi kesehatan yang ditimbulkan dari aktivitas meja goyang sangat banyak. Selain radiasi dari mineral ikutan pasir timah, debu partikel yang terbang akan menggangu sistem pernapasan, terutama paru-paru.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Beltim mencatat angka kasus kanker paru-paru dan cuci darah di Kabupaten Beltim cukup tinggi. Kasus ini ditenggarai maraknya aktivitas meja goyang yang berada di dekat permukiman warga.

“Penelitian dari Batan dulu sudah pernah. Namun indikasi dari adanya radiasi bisa terlihat, nanti akan ada penelitian lebih lanjut,” ungkap Kepala DLH Kabupaten Beltim, Novis Ezuar kepada Diskominfo Beltim, Senin 25 Maret 2024.

Menurut Novis, paparan radiasi ini tidak akan langsung membuat seseorang langsung jatuh sakit. Namun secara perlahan akan merusak sel-sel dalam tubuh sehingga dalam jangka waktu bulanan hingga tahunan orang yang terpapar tersebut baru sadar.

Baca Juga  Barang Langka dan Harga Melambung Tinggi, Pj Bupati Belitung Sidak Gas Elpiji Tiga Kilogram

“Radiasi dari mineral ikutan akan merubah sel-sel di tubuh kita. Setiap waktu jika terpapar terus akan berbahaya bagi orang beraktivitas atau berada di dekat meja goyang,” jelas Novis.

Selain itu juga bahaya dari debu partikel yang akan terhirup orang yang berada di dekat meja goyang. Diperkirakan debu ini bisa terbang hingga puluhan meter.

“Bayangkan kebanyakan yang bekerja di meja goyang itu tidak ada yang menggunakan masker atau alat pelindung diri. Debu partikel itu bisa sampai puluhan meter, terhirup atau masuk ke makanan dan minuman warga,” ujar Novis.

Untuk itulah, Novis menekankan perlunya penataan kembali meja goyang yang ada. Sehingga bahaya yang mengancam bagi kesehatan warga dapat diminimalisir.

“Nanti kita perlu juga koordinasi dengan Bidang Penataan Ruang. Kita berharap aktivitas meja goyang ini hanya berada di lokasi tambang dan jauh dari permukiman,” harap Novis. (Angga/Rel)

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

Buka Musyawarah Nasional Mahasiswa Belitong, Bupati Beltim Sebut Pulau Belitung Banyak Mafia Timah

Belitong Economic and Business

PT. BSAL Sudah Lama Tidak Beroperasi, Kok Bisa Mengirim 15 Truk Balok Timah ke Pulau Bangka

Belitong Economic and Business

Sempat Dikhawatirkan Jadi ‘Sarang Hantu’, Belitung Food Court Mampau Kini Diresmikan
demonstrasi

Belitong Economic and Business

Demo Foresta di Kantor Bupati Belitung Sempat Memanas, Massa Lempari Kaca, Bupati Enggan Temui Massa
ASEAN Harus Menjadi Jangkar Stabilitas Ekonomi Dunia

Belitong Economic and Business

Bappenas: ASEAN Harus Menjadi Jangkar Stabilitas Ekonomi Dunia
Harga Ayam belitung

Belitong Economic and Business

Peternak Mandiri Belitung Keluhkan Harga Ayam Anjlok Rp15 Ribu Per Kilogram, Akan Bawa Aspirasi ke DPRD
KM Lawit

Belitong Economic and Business

KM Lawit Angkut 62 Pemudik Rute Jakarta – Belitung

Belitong Economic and Business

Terkait Pengembangan Pelabuhan Tanjung Batu, Sanem: Usaha Besar Pasti Tantangannya Besar