Home / Belitong Economic and Business

Jumat, 28 November 2025 - 18:48 WIB

Ada Indikasi Monopoli Peternak Besar, Peternak Ayam Mandiri Belitung Kesulitan Mendapatkan DOC, Bakal RDP ke DPRD

Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung, Yahya (BelitongToday/IST-Dokpri)

Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung, Yahya (BelitongToday/IST-Dokpri)

BelitongToday, Tanjungpandan – Lagi dan lagi permasalahan tata niaga ayam potong di Belitung belum juga mampu dituntaskan atau dicarikan solusi oleh Pemerintah Kabupaten Belitung.

Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung, Yahya menilai Pemkab Belitung semakin melempem dalam menghadapi monopoli tata niaga ayam potong dari para perusahaan besar atau peternak kemitraan.

Sampai saat ini belum ada solusi yang holistik dan solutif dari pemerintah daerah dalam membenahi polemik tata niaga ayam potong.

Akhirnya, para peternak mandiri harus kembali menjadi korban.

‎Tata niaga ayam potong di Belitung dikuasai oleh para peternak besar sehingga membuat para peternak ayam mandiri semakin tercekik.

‎”Pemerintah daerah kami nilai kurang tegas dalam menyelesaikan permasalahan tata niaga ayam potong sehingga persoalan ini semakin berlarut-larut sampai saat ini” jelas Yahya kepada BelitongToday, Jumat 28 November 2025.

Yahya bilang saat ini peternak ayam mandiri kembali menghadapi tantangan. Mereka kesulitan dalam mendapatkan bibit ayam atau biasa disebut dengan Day Old Chick (DOC).

Baca Juga  Mau Ikut Belitung Expo 2024? Ini Syarat dan Waktu Pendaftaran, Pelaku UMKM Wajib Tahu!

Biasanya peternak mandiri mendapatkan bibit dalam satu bulan sebanyak dua kali namun untuk saat ini dibatasi malah dua bulan hanya satu kali.

Hal ini tentunya memberatkan peternak ayam Mandiri di Belitung, sehingga membuat produksi ayam menjadi berkurang.

‎Namun di sisi lain bibit ayam bagi peternak besar maupun kemitraan malah tidak dibatasi. Sungguh ironi dan tidak berkeadilan.

Maka sudah sangat jelas bahwa hal ini membuktikan begitu lemahnya pengawasan dan kontrol dari organisasi perangkat daerah terkait terhadap pasokan bibit ayam di kalangan peternak besar.

‎”Padahal sudah sangat jelas dalam aturan bahwa peternak besar atau kemitraan itu maksimal 50 persen dalam memasok bibit,” pungkasnya.

Lebih lanjut Yahya menjelaskan bahwa banyak saat ini lokasi kandang perusahaan besar banyak berada di dalam kawasan hutan.

Baca Juga  Bazar Belitong Kreatif II Resmi Dibuka, Wabup Harap Tingkatkan Pendapatan Pelaku UMKM

“Kemudian kandang peternak besar dan kemitraan tersebut banyak berada di dalam kawasan permukiman, kandang dalam kapasitas besar tidak boleh berada di dalam kawasan permukiman, berbeda dengan peternak mandiri kategori usaha mikro kecil menengah kapasitas kandang kami 1.000 sampai 2.000 ekor ayam di dalam kandang,” paparnya.

Yahya menegaskan bahwa aliansi peternak ayam mandiri di Belitung tidak menolak investasi peternak besar tersebut namun seharusnya investasi tersebut memberdayakan peternak ayam mandiri bukan malah membunuh peternak ayam mandiri.

‎Untuk itu, langkah selanjutnya Yahya menjelaskan, Aliansi Peternak Ayam Mandiri Kabupaten Belitung akan mengajukan permohonan untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Belitung guna menyampaikan aspirasi dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi peternak ayam mandiri selama ini.

“Karena berdasarkan RDP yang dilakukan sebelumnya masih banyak rekomendasi DPRD Belitung yang tidak ditindaklanjuti maka kami akan sampaikan ini,” tegasnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

Daya Beli Menurun, Pasar Tanjungpandan Sepi Pembeli Menjelang Lebaran
demonstrasi

Belitong Economic and Business

Demo Foresta di Kantor Bupati Belitung Sempat Memanas, Massa Lempari Kaca, Bupati Enggan Temui Massa
Kondisi Kelistrikan di Belitung

Belitong Economic and Business

Kondisi Kelistrikan di Belitung Surplus, Ini Jumlah Beban Puncak Listrik di Belitung

Belitong Economic and Business

Harga Ayam Potong di Belitung Kembali Melorot, Yahya Sebut Ada Permainan Mafia Besar

Belitong Economic and Business

Produksi Lada di Belitung 2.000 Ton, Faktor Cuaca Jadi Kendala

Belitong Economic and Business

HIPMI Belitung Timur Siap Ciptakan Peluang Ekonomi Baru

Belitong Economic and Business

Baliho Bertuliskan ‘Ekonomi Belitung 2024 Meredup !’ Terpasang di Traffic Light Kampung Ujung

Belitong Economic and Business

Kapal Express Bahari Tetap Beroperasi Sampai H-1 Lebaran 2025, Masyarakat Tak Usah Khawatir