BelitongToday, Tanjungpandan – Perusahaan Umum (Perum) Bulog Cabang Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, secara resmi memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP) dengan menambah stok beras medium sebanyak 500 ton.
Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan serta menjaga stabilitas harga pangan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Belitung, Syahrianza Rahman, menyatakan bahwa tambahan pasokan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko inflasi di sektor bahan pokok.
Saat ini, komoditas tersebut sedang dalam proses mobilisasi menuju gudang penyimpanan di Tanjungpandan.
Syahrianza menjelaskan bahwa pada periode Ramadhan dan Idul Fitri, tren konsumsi masyarakat terhadap beras cenderung mengalami eskalasi yang signifikan.
Tanpa ketersediaan stok yang mumpuni, kondisi ini berpotensi memicu fluktuasi harga di tingkat pengecer.
”Langkah penambahan stok ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan memastikan harga beras tetap stabil di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadhan hingga Lebaran nanti,” ujar Syahrianza, Senin 2 Maret 2026.
Selain beras medium, Bulog Belitung juga mengonfirmasi posisi stok komoditas pangan lainnya yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan daerah kepulauan tersebut beras premium974 ton, Minyakita 20.000 liter, Jagung Pipilan Kering 7.450 kilogram.
Menutup keterangannya, pihak Bulog mengimbau para pelaku pasar dan konsumen untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi panic buying (pembelian berlebihan).
Syahrianza menegaskan bahwa rantai pasok pangan untuk wilayah Belitung berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Analisis pasar menunjukkan bahwa ketersediaan stok yang melimpah di gudang Bulog akan menjadi instrumen efektif dalam menekan spekulasi harga di pasar tradisional, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah momentum hari besar keagamaan. (Nazriel)
![]()







