Home / Belitong Economic and Business

Jumat, 27 Oktober 2023 - 15:54 WIB

Petani Belitung Timur Kembangkan Bibit Bawang Merah, Harapkan dapat Beradaptasi dengan Iklim Pulau Belitung

Kegiatan budidaya bibit bawang merah asli Belitung Timur yang dinamakan Lobigan (Lokal Bima Gantung). Bibit bawang merah ini merupakan pengembangan dari bibit bawang merah varietas Bima Brebes.

Kegiatan budidaya bibit bawang merah asli Belitung Timur yang dinamakan Lobigan (Lokal Bima Gantung). Bibit bawang merah ini merupakan pengembangan dari bibit bawang merah varietas Bima Brebes.

BelitongToday, Gantung – Petani cabai dari Kelompok Tani Bina Tani Desa Gantung Kecamatan Gantung, Dedi Jumadi (57) tengah mencoba untuk mengembangkan bibit bawang merah.

Melalui kegiatan ini, ia harapkan akan menghasilkan bibit yang adaptif terhadap kondisi tanah dan iklim cuaca di Pulau Belitung.

Bibit bawang merah tersebut ia namai Lobigan, kepanjangan dari Lokal Bima Gantung. Bibit ini merupakan pengembangan dari bibit bawang merah varietas Bima Brebes.

Dedi memulai dengan menanam bibit di atas 250 meter persegi lahannya. Dari 15 kilogram bibit yang disemai bisa menghasilkan sekitar 50 kilogram bibit baru.

“Saat ini pembibitan baru seperempat hektar, nanti mudah-mudahan bisa untuk menanam seluas dua hektar. Satu hektar butuh sekitar 1,5 hingga 1,8 ton bibit bawang merah,” kata Dedi di perkebunan cabai dan bawang miliknya di Danau Nujau Desa Gantung beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Jelang Tahun Baru Imlek 2025, Harga Cabai di Pasar Tanjungpandan Turun, Begini Kata Pedagang

Satu-satunya Pembibit di Pulau Belitung

Dedi merupakan satu-satunya pembibit bawang merah di Pulau Belitung. Semua biaya yang ia gunakan untuk budidaya bawang merah berasal dari kantong pribadinya alias swadaya.

“Memang tidak sedikit biayanya. Saya sudah sejak 2007 lalu budidaya bawang merah, karena banjir tahun 2017 lalu saya vakum,” ungkap Dedi.

Dedi yang didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Gantung, Andri Taruna Praja, mengakui bertanam bawang merah atau holtikultura lainnya di tanah Pulau Belitung tidaklah mudah. Mengingat tanah yang berpasir dan berupa tanah marginal atau kurang unsur hara.

“Harga pokok produksi di sini akan jauh lebih tinggi, karena kondisi tanahnya. Kita butuh lebih banyak pupuk, pengairan dan juga pengapuran karena tanahnya cenderung bersifat asam, otomatis juga butuh tenaga lebih banyak,” jelas Dedi.

Selain itu pula, faktor cuaca yang kurang bersahabat membuat ia harus merawat bibit tersebut dengan hati-hati. Untuk itulah pria asal Bekasi Jawa Barat ini membuatkan rumah untuk seluruh bibitnya agar penggunaan pestisida berkurang.

Baca Juga  Enam DPD APKASINDO di Provinsi Bangka Belitung Resmi Dikukuhkan

“Pakai sekat kelambu dan menggunakan platfon khusus dengan penerangan lampu. Karena di musim penghujan mendatang lampu bisa memecah kabut, yang menghangatkan tanaman dan meminimalisir penyakit moller,” tambah Dedi.

Dedi berharap hibit bawang merah Lobigan miliknya ini nanti akan mendapat sertifikasi dari Balai Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih. Nantinya dalam kurun waktu dua tahun, dia sudah bisa memasarkan bibit bawang agar petani di Pulau Belitung dapat menanamnya.

“Kita juga berharap adanya perhatian dari pihak swasta, pemerintah dan juga para anggota dewan. Kita bukan ingin minta uang, cukup mereka turun melihat langsung, apa yang kita kerjakan sudah cukup jadi dukungan bagi kami,” harap Dedi. (Mario)

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

90 Pelaku UMKM Ramaikan Bazar Raya Mampau Food Court di Tanjungpendam, Ayo Datang !

Belitong Economic and Business

Perum Bulog Cabang Belitung Perkuat Stok Beras Hadapi Ramadhan 1446 Hijriah

Belitong Economic and Business

Mau Ikut Belitung Expo 2024? Ini Syarat dan Waktu Pendaftaran, Pelaku UMKM Wajib Tahu!

Belitong Economic and Business

Pelaksanaan JPJR Belitung Timur Tahun 2025 Nanti Masih Akan Dievaluasi

Belitong Economic and Business

Minggu Pagi, Ada Bazar Ikan di Tanjungpendam

Belitong Economic and Business

Budidaya Udang Vaname di Belitung Mulai Dilirik Warga, Miliki Potensi Ekonomi yang Cukup Menjanjikan
the ASEAN

Belitong Economic and Business

Welcoming the ASEAN HLTF-EI meeting, Belitung Vice Regent: Preparation is 99 percent

Belitong Economic and Business

Harga Cabai di Pasar Tanjungpandan Meroket, Tembus Rp135 Ribu Per Kilogram