BelitongToday, Manggar – PT Timah Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar pertemuan untuk mengevaluasi situasi pasca aksi yang berlangsung pada 7 Agustus 2026.
Pertemuan digelar di Ruang Rapat Bupati Beltim, Kamis (13/8/2026), sebagai forum untuk membahas perkembangan situasi sekaligus merumuskan langkah bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah.
Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Operasi PT Timah Tbk Mayjen TNI (Purn) Handy Geniardi, Direktur SDM PT Timah Tbk Ratih Mayasari, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar, unsur Forkopimda, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Direktur Operasi PT Timah Tbk Handy Geniardi menjelaskan, pertemuan tersebut merupakan inisiatif perusahaan untuk memperoleh masukan langsung dari pemerintah daerah dan Forkopimda mengenai kondisi setelah aksi 7 Agustus.
Menurut Handy, evaluasi perlu dilakukan bersama, tidak hanya dari sisi internal perusahaan. Pandangan pemerintah daerah, TNI, Polri, DPRD, serta pihak yang berhadapan langsung dengan kondisi di lapangan dinilai penting untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi antarpihak semakin diperkuat sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan langkah yang tepat. Dengan demikian, kejadian serupa diharapkan tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Direktur SDM PT Timah Tbk Ratih Mayasari mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga teknis terkait untuk membahas berbagai langkah yang diperlukan dalam menangani situasi yang berkembang.
Ia berharap hasil pertemuan dapat menjadi dasar bagi seluruh pihak dalam menentukan langkah bersama ke depan, sekaligus memperkuat koordinasi antara PT Timah, pemerintah daerah, dan Forkopimda.
Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar menyambut positif langkah PT Timah membuka ruang dialog bersama pemerintah daerah dan Forkopimda. Ia menilai komunikasi dan koordinasi menjadi hal penting untuk menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif.
Khairil juga menekankan pentingnya memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Beltim.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah unsur Forkopimda turut menyampaikan pandangan dan masukan masing-masing. Seluruh masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama dalam menentukan langkah untuk menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Pertemuan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat sinergi antara PT Timah, Pemkab Beltim, TNI-Polri, dan DPRD. Seluruh pihak didorong untuk mengutamakan komunikasi dan mencari penyelesaian bersama terhadap berbagai persoalan yang muncul.
Melalui koordinasi tersebut, PT Timah bersama Pemkab Beltim dan Forkopimda berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta terus membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
Sinergi lintas sektor diharapkan menjadi kunci agar kejadian serupa tidak kembali terjadi, sementara aktivitas masyarakat dan perusahaan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Belitung Timur. (Tim/Rel)
![]()







