P: Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku manusia termasuk dalam berwisata, “mass tourism” bergeser menjadi “quality tourism”. Bagaimana Dinas Pariwisata Belitung menyikapi ini?
J: Pada dasarnya untuk Belitung, pertama, sebagian besar wisatanya adalah outdoor, kedua, alamnya Belitung dimana mataharinya full sehingga wisatawan bisa leluasa bermandikan matahari, dan menyehatkan, seperti kegiatan olahraga (sport tourism) itu semua tentunya sangat cocok untuk kondisi wisatawan sekarang ini. Untuk wisata outdoor tentu saja masih tetap dilakukan dengan menjaga jarak (social distancing) seperti di Pulau Lengkuas dan gugusan Pulau yang lain isinya sangat luas sehingga wisatawan tidak perlu khawatir bahkan tanpa menjaga jarakpun. Kemudian kondisi di alam yang luas dengan matahari terik, tentu saja kuman atau virus apapun akan mati, belum lagi turis ini akan “nyebur” (turun) ke laut, mereka akan berendam di laut selama berjam-jam, itupun tentu akan sangat menyehatkan. Kemudian sport tourism juga kami kembangkan di sini (Belitung), seperti golf, triathlon, sepeda (gowes) itu semua tawaran kami untuk berwisata sekaligus berolahraga, itu yang dikejar oleh para wisatawan di era sekarang ini.








