P: Bagaimana strategi promosi pariwisata Belitung di tahun 2023 baik di pasar domestik atau internasional? Apakah ada target khusus dan tertentu nanti?
J: Untuk target ke depan tentu saja kita selalu optimis bahwa kita akan terus berkembang. Hanya tinggal satu harapan kita ke depan yaitu bagaimana kita mempromosikan pariwisata Belitung dengan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di Belitung. Salah satu keunggulan kita sekarang ini adalah gowes. Mana ada gowes di jalan raya, coba di Jakarta bisa tidak gowes (bersepeda) di jalan raya? Bisa ditabrak motor dan mobil, berbeda dengan Belitung, di Belitung bisa dengan enak dan leluasa gowes di jalan raya karena kondisi jalan di sini masih lengang. Berbagai macam aktivitas olahraga juga kami tawarkan di sini. Wisatawan juga bisa nyaman bermain golf dengan angle view baru granit yang luar biasa cantiknya, tinggal satu daja dukungan dari pemerintah pusat yaitu untuk pembukaan penerbangan internasional kembali. Target kita tentu tidak terlepas dari pesawat yang masuk ke Belitung. Andai saja bisa dibuka kembali penerbangan internasional maka itu akan sangat luar biasa, Belitung akan kembali pulih seperti sedia kala dan dunia pariwisata Belitung kembali bangkit lagi.

P: Apakah ada promosi khusus terkait pariwisata Belitung di luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, dan China yang sebelum pandemi Covid-19 sudah sempat terjalin namun harus terhenti karena pandemi?
J: Sepertinya ke depan kami akan kembali lagi membuat promosi-promosi ke luar negeri, ke luar daerah, meskipun saya bilang tadi UNESCO telah mempromosikan Belitung secara gratis ke seluruh dunia dan itu menjadi nilai positif bagi kami. Karena, promosi di luar negeri membutuhkan biaya mahal sementara kami secara gratis dipromosikan oleh Unesco. Itu keunggulan dari Belitung sebagai Unesco Global Geopark, artinya Belitung siap menjadi destinasi wisata yang berstandar global.







