Home / Belitong Humanities

Rabu, 19 April 2023 - 11:44 WIB

Refleksi Akhir Ramadan, Tetap Istiqomah Meski Ramadan Sebentar Lagi Pergi

Ketua Yayasan Masjid Nurul Huda, Desa Air Ketekok, Drs. H. Ramansyah, M.S.I

Ketua Yayasan Masjid Nurul Huda, Desa Air Ketekok, Drs. H. Ramansyah, M.S.I

BelitongToday, Tanjungpandan – Bulan suci Ramadan 1444 Hijriah sebentar lagi akan pergi meninggalkan kita semua. Dengan demikian, tidak terasa waktu terasa begitu cepat berlalu.

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan, kesucian, rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Selain itu, di bulan suci Ramadan juga diturunkan Al-Qur’an merupakan kitab suci sekaligus pedoman hidup bagi seorang muslim.

Bulan suci Ramadan 1444 Hijriah yang sebentar lagi akan berlalu semoga tidak mengurangi kualitas maupun kuantitas keimanan. Serta, serta amal baik yang telah kita laksanakan selama ini.

Ketua Yayasan Masjid Nurul Huda, Desa Air Ketekok, Ramansyah menjelaskan nilai-nilai kebaikan yang umat laksanakan di bulan suci Ramadan, ia harapkan dapat terus berlanjut di luar Ramadan.

“Keistiqomahan adalah kunci, bagaimana kita tetap bisa melestarikan nilai-nilai kebaikan di bulan Ramadan bisa terus berlanjut di luar Ramadan,” ujarnya.

Tiga Parameter

Ramansyah menyebutkan, ada tiga parameter keberhasilan seseorang selama Ramadan 1444 Hijiriah.

Baca Juga  Mendagri Minta Pemda Bentuk Dinas Pemadam Kebakaran Mandiri, Ini Kata Pj Bupati Belitung

Ketiga parameter tersebut yakni takut kepada Allah SWT, berlaku adil di kala marah dan tenang. Serta, mampu berlaku hemat di kala senang maupun susah.

Menurutnya, seorang muslim yang sukses melaksanakan ibadah Ramadan tetap merasa takut kepada Allah SWT baik di bulan Ramadan maupun luar Ramadan.

Pihaknya tetap merasa takut kepada Allah SWT baik tatkala sendiri dan ramai, maupun tatkala sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.

“Tetap takut akan azab Allah SWT jika melakukan kemaksiatan dan hal-hal yang melanggar aturan Allah SWT,” ungkapnya.

Oleh karena itu, seorang muslim akan tetap istiqamah menjaga nilai-nilai puasa Ramadhan.

“Jika ini terjadi maka seseorang tidak akan melakukan maksiat karena merasa diawasi dan takut karena Allah SWT,” ungkapnya.

Adapun parameter kedua yakni tetap dapat berlaku adil di kala marah dan tenang, dalam artian tetap mampu mengendalikan hawa nafsunya.

Baca Juga  BPN Belitung Paparkan Capaian Program Strategis Sepanjang 2022, Berikut Hasilnya

Ramansyah menuturkan, mengendalikan hawa nafsu merupakan persoalan yang tidak mudah. Selama di bulan Ramadan seorang muslim dilatih untuk mampu mengendalikan hawa nafsunya.

“Karena dia sadar, menahan hawa nafsu di luar Ramadhan tidaklah mudah, percayalah ketika kita tenang maka kita bisa menyelesaikan masalah. Jika dalam emosi atau marah maka akan menjadi masalah baru, stabilitas emosi harus mampu tetap ia kendalikan,” imbuhnya.

Sedangkan parameter yang ketiga yakni mampu berlaku hemat baik di kala mampu ataupun susah.

“Ramadan mengajarkan kesederhanaan diri, pola sederhana itu seperti makan dan minum secukupnya,” papar Ramansyah.

Maka dari itu, selama bulan suci Ramadan akan menimbulkan rasa simpati dan berbagi kepada yang membutuhkan.

“Karena di setiap Ramadan kita selalu membayar zakat fitrah dan dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Karena hal ini merupakan manifestasi rasa kepedulian dan berbagi kepada antarsesama,” tutupnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Staf Presiden Resmikan 13 Sekolah Penerima Program Revitalisasi di Beltim
Lurah Paal Satu SKT

Belitong Humanities

Temui Massa Demonstran, Lurah Paal Satu Siap Cabut SKT Lapangan Sepakbola
FKUB Belitung

Belitong Humanities

FKUB Belitung: Imlek Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Belitong Humanities

‎Lapas Tanjungpandan Terima SK Bupati Belitung Timur Penetapan Lokasi Hibah Tanah

Belitong Humanities

KKPD Bantu Pembayaran Pemerintah Ke Penyedia Layanan

Belitong Humanities

Calon PPPK Ikut Apel Awal Tahun 2025 di Pemkab Belitung Timur
Pemudik

Belitong Economic and Business

Antisipasi Mudik Lebaran 2023, Pemerintah Berlakukan Syarat Ketat bagi Pemudik

Belitong Humanities

Hadirkan Cahaya untuk Kehidupan Lebih Baik di Bangka Belitung, Panasonic Serahkan 150 Lampu Tenaga Surya