Pesan Rindu
Sementara itu, dari atas panggung kehormatan yang sama, Wakil Bupati Belitung periode 2018-2023 Isyak Meirobie menyampaikan pesan perpisahan yang mengharukan. Pesan itu ia sampaikan kepada masyarakat Belitung yang senantiasa dicintainya.
Berdiri di atas panggung kehormatan di kawasan Bundaran Tugu Satam, Isyak menyebut mengandung memori kuat tentang masa lalunya. Sosok Isyak Meirobie, 45 tahun lalu lahir di sebuah gang sempit yang tak jauh dari Bundaran Tugu Satam. Isyak kecil lahir dari keluarga penjual kue.
Bundaran Tugu Satam dulunya merupakan kawasan pasar dalam yang menjual aneka pakaian. Tak jauh dari lokasi tersebut ada sebuah pos polisi kecil.
Isyak kembali memutar ingatan masa kecilnya yang sempat mengalami perundungan dan ketakutan kala para penagih hutang berlalu lalang di kawasan tersebut.
Namun, kini ia berdiri di tempat yang sama, untuk mengucapkan salam perpisahan kepada masyarakat yang telah memberikan mandat kepadanya sebagai Wakil Bupati Belitung periode 2018-2023.
“Saya mohon maaf apabila selama memimpin ada salah kata dan perbuatan,” jelas Isyak.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada orang yang selama ini telah sering mengganggu waktunya dengan berulang kali menelepon agar masyarakatnya mendapatkan pelayanan terbaik.
“Kepala BPJS kesehatan, PSC 119, Direktur RSUD, Direktur PDAM dan lainnya, maaf jika saya selalu sering menelepon. Tapi percayalah anda akan merindukan itu ketika tidak ada lagi nomor handphone saya menelepon,” ungkapnya.
Isyak menyebutkan akan selalu merindukan momen yang telah tercipta selama ia menjabat sebagai Wakil Bupati Belitung. Terutama kepada sosok Sahani Saleh yang selama ini telah berkolaborasi dengan sangat baik.
“Percayalah saya akan merindukan masyarakat Belitung dan saya mencintai kalian semua,” tutupnya. (Nazriel)







