Home / Belitong Humanities / Belitong Tourism and Holiday

Selasa, 21 Maret 2023 - 20:51 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Umat Hindu Dusun Balitung Arak Ogoh-Ogoh Berkeliling Kampung, Ini Maknanya

Umat Hindu Desa Adat Giri Jati, Dusun Balitung, Desa Pelepak Putih, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung saat mengarak ogoh-ogoh berkeliling kampung dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945.

Umat Hindu Desa Adat Giri Jati, Dusun Balitung, Desa Pelepak Putih, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung saat mengarak ogoh-ogoh berkeliling kampung dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945.

BelitongToday, Sijuk – Umat Hindu Desa Adat Giri Jati, Dusun Balitung, Desa Pelepak Putih, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, mengarak empat ogoh-ogoh berkeliling kampung dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945.

Pemuda dan anak-anak mengarak ogoh-ogoh tersebut berkeliling kampung Dusun Balitung dengan penuh antusias.

Festival ogoh-ogoh tersebut dilepas secara simbolis oleh Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie didampingi Ketua Desa Adat Girijati, I Made Juniarta, dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wayan Sutha.

Ketua Adat Desa Girijati, Dusun Balitung, I Made Juniarta mengatakan tujuan pengarakan ogoh-ogoh tersebut adalah untuk mengusir roh-roh jahat baik dalam diri maupun lingkungan sekitar tempat tinggal menjelang perayaan Nyepi.

Baca Juga  Pengasuh Ponpes Daarul Arofah Sijuk KH. Muhammad Ali Haris Tutup Usia

“Pemuda mengarak ogoh-ogoh dari ujung kampung utara sampai selatan dengan tujuan menyerap energi negatif jelang perayaan Nyepi.

Ia menjelaskan, ogoh-ogoh tersebut mereka buat kurang lebih selama dua bulan oleh para pemuda di Dusun Balitung.

Ia menilai, antusias masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pembuatan dan pengarakan festival ogoh-ogoh cukup tinggi.

“Hari ini nyatanya menunjukkan bahwa adat Balitung masih jelas dan kental,” imbuhnya.

Lebih lanjut, setelah mengarak ogoh-ogoh tersebut berkeliling kampung, warga kemudian membakar ogoh-ogoh tersebut tepat pada pukul 18.00 WIB.

“Tujuan mengarak ogoh-ogoh ini tidak sama dengan pawai. Karena ogoh-ogoh merupakan ritual mengusir setan-setan yang ada di dalam tubuh kita. Warga kemudian membakar ogoh-ogoh tersebut untuk meredam amarah dalam diri agar terciptanya damai,” kata dia.

Baca Juga  Ini Program 100 Hari Kerja Djoni Alamsyah - Syamsir, Fokus Sinergi dan Pembenahan

Ia pun menambahkan, selanjutnya pada, Rabu (22/3) besok umat Hindu Dusun Balitung akan menjalani “Catur Brata Penyepian” sampai, Kamis (23/3).

“Umat Hindu mengenal Hari Nyepi juga dengan penyepian atau mati. Sehingga, umat Hindu tidak boleh makan, minum, menahan hawa nafsu dan marah-marah, bahkan melaksanakan pekerjaan di dalam lingkungan rumah atau di manapun, kami tidak boleh mendengarkan bunyi-bunyian baik dalam bentuk televisi ataupun menghibur diri,” ungkapnya. (Mg2)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Tim Rangkul Sekolah Atasi Kekerasan Anak Sekolah
pembayaran Zakat Baznas Belitung

Belitong Economic and Business

Bupati Belitung Bayar Zakat Profesi, Ajak ASN Bayarkan Zakat di Baznas Belitung
Festival Budaya

Belitong Tourism and Holiday

Masyarakat Tanjungpandan Antusias Saksikan Festival Cap Go Meh
Selamat Laut Membalong

Belitong Humanities

Bentuk Rasa Syukur dan Harapan Agar Hasil Tangkapan Nelayan Berlimpah, Warga Desa Tanjung Rusa Membalong Gelar Selamat Laut
Penghargaan

Belitong Humanities

Bupati Belitung Timur Terima Penghargaan UHC Award 2023
Forum Rencana Kerja

Belitong Humanities

Disparbudpora Babel Gelar Forum Rencana Kerja di Belitung

Belitong Humanities

Pererat Tali Silaturahmi, DPRD Belitung Gelar Buka Puasa Bersama

Belitong Humanities

Isyak Meirobie Hadiahi Sahani Saleh Korek Api, Ini Maknanya