Bukan Sekadar Lomba, tetapi Pembinaan Mental dan Karakter
Suasana semakin semarak saat para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui berbagai tarian tradisional maupun tari kreasi Nusantara. Dengan penuh percaya diri, para penari cilik tampil memukau di hadapan orang tua dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Sementara itu, Ketua Sanggar Muara 9, Meyca Revianti, didampingi pelatih sanggar Melly Novitasari, mengatakan kegiatan evaluasi bukan sekadar perlombaan internal, melainkan sarana pembinaan karakter, mental, serta pengembangan kemampuan anak-anak setelah menjalani latihan rutin di Gedung MPB Gantung.
“Melalui evaluasi dan lomba kelas tari ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak serta memberikan ruang bagi mereka untuk tampil dan berekspresi,” kata Meyca.
Meyca menambahkan, Sanggar Muara 9 terus berkomitmen mengenalkan seni tari Nusantara sekaligus melestarikan tari tradisional khas Beltim kepada generasi muda.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya mampu berprestasi, tetapi juga tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” tambahnya.
Di bawah pengawasan Diana Yuliastini selaku penanggung jawab lembaga, Sanggar Muara 9 diharapkan terus menjadi wadah kegiatan positif bagi generasi muda di tengah derasnya pengaruh perkembangan zaman dan budaya luar.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada para pemenang di setiap kategori lomba. Riuh tepuk tangan para orang tua dan pengunjung kafe menambah hangat suasana sore itu, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat melestarikan budaya lokal masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Kecamatan Gantung.
Mengusung motto, “Gapailah mimpi setinggi langit, namun pijakkan kakimu di bumi,” Sanggar Muara 9 berharap generasi muda Beltim dapat terus meraih prestasi tanpa melupakan akar budaya dan jati diri daerahnya. (Tim/Rel)
![]()







