Home / Belitong Politics

Jumat, 17 Mei 2024 - 20:31 WIB

Serahkan Formulir Bacalon Bupati Belitung Pilkada 2024 Kepada Partai Golkar, Isyak Meirobie: Ini Partai yang Terakhir

Mantan Wakil Bupati Belitung periode 2018-2024 Isyak Meirobie (kiri) menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Belitung Pilkada 2024 kepada Ketua DPD II Partai Golkar Belitung, Yoga Nursiwan (kanan) di kantor DPD II Golkar Belitung, Jumat 17 Mei 2024.

Mantan Wakil Bupati Belitung periode 2018-2024 Isyak Meirobie (kiri) menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Belitung Pilkada 2024 kepada Ketua DPD II Partai Golkar Belitung, Yoga Nursiwan (kanan) di kantor DPD II Golkar Belitung, Jumat 17 Mei 2024.

BelitongToday, Tanjungpandan – Mantan Wakil Bupati Belitung periode 2018-2023 Isyak Meirobie resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Bupati Belitung di Pilkada 2024 kepada DPD II Golkar Belitung, Jumat 17 Mei 2024.

Ternyata merapatnya sosok Isyak Meirobie ke partai berlambang pohon beringin ini bukan tanpa alasan.

“Mengapa saya memilih Golkar karena ini sejalan dengan pilihan Prabowo dan Gibran, koalisi partai-partai pengusungnya telah menunjukkan komitmen kepada pembangunan kebangsaan,” katanya usai menyerahkan formulir pendaftaran bakal Calon Bupati Belitung Pilkada 2024 di kantor DPD II Golkar Belitung, Jumat 17 Mei 2024.

Isyak menginginkan agar sinergitas ini bisa dibangun sampai ke level yang paling bawah di tingkat kabupaten/kota.

“Ini kampung halaman kita yang butuh percepatan pembangunan, kita sudah terpuruk beberapa bulan dan ekonomi kita terjun bebas perlu akselerasi dan stimulator yang dilakukan dengan sinergitas dan kolaborasi dengan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Baca Juga  Hellyana Blusukan ke Pasar Tanjungpandan, Tampung dan Serap Aspirasi Pedagang

Menurut Isyak, momentum Pilkada 2024 tidak bisa lagi coba-coba atau menggunakan formulasi yang belum diuji.

Misalnya ini cocok tidak untuk pembangunan Belitung, ternyata tidak bisa, maka kita harus mengambil solusi dan langkah cepat.

“Ini hanya bisa dilakukan dengan komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi dengan partai politik yang mengusung Presiden dan Wakil Presiden terpilih, salah satu yang terbesarnya adalah partai Golkar,” bebernya.

Isyak juga menjelaskan telah mendaftar ke sejumlah partai politik lain yang membuka penjaringan bakal calon kepala daerah Pilkada 2024 diantaranya Gerindra dan PSI.

Baca Juga  Bunda Hellyana Dipastikan Turun di Pilkada 2024, Masih Tunggu Hasil Survei untuk Tentukan Posisi

“Jelas sekali bahwa ketiga partai ini adalah partai yang akan membawa masa depan Indonesia ke depannya dan saya yakin akan membawa Belitung menjadi lebih cerah ekonomi dan pelayanan publiknya,’ tutur Isyak.

Ia pun memastikan pula partai Golkar menjadi partai terakhir dan kemungkinan tidak ada partai politik lain lagi yang akan didatanginya dalam penjaringan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Pilkada Belitung 2024.

“Tapi hati saya tidak menutup bahwa jika ada partai politik yang dalam perjalanan waktu ingin bersama-sama dengan kita, dengan satu visi dan pandangan untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan kami dengan senang hati siap untuk bersama-sama,” jelasnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Politics

Rudianto Tjen Ingatkan Kader PDIP Turun ke Masyarakat, Targetkan Menang “Hatrick” di Pemilu 2024
Sosialisasi KPU Belitung Timur

Belitong Politics

Berikan Pemahaman Pemilu kepada Pemilih Pemula, KPU Belitung Timur Gelar Sosialisasi

Belitong Politics

Inginkan Belitong Lebih Baik, Gemas Resmi Nyatakan Dukungan Kepada Pasangan IM di Pilkada Belitung 2024

Belitong Politics

Penggunaan APBD Belitung Harus Diperuntukkan Bagi Kesejahteraan Masyarakat

Belitong Politics

Mikron Berharap 25 Anggota DPRD Belitung yang Baru Dilantik Sinergi dalam Pembangunan

Belitong Politics

Usung Tagline ‘Buat Belitung Menyala Kembali’ Pasangan Isyak – Masdar Resmi Mendaftar ke KPU Belitung

Belitong Politics

Jelang Akhir Tahun, Ketua Komisi II DPRD Belitung Ingatkan Proyek Insfratruktur Tuntas Dikerjakan

Belitong Politics

DPRD Belitung Tunda Usulan Pengadaan Videotron Rp1,8 Miliar, Alasan Efisiensi dan Belum Urgen