Hellyana sampaikan, rilis pers yang disampaikan tersebut bukan ingin melakukan polemik di Bangka Belitung tapi lebih kepada menyampaikan hal yang harus diketahui bersama.
“Saya adalah Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sah artinya selama perjalanan terpaksa kita harus akui sepanjang ini sebetulnya kita sudah berusaha menjaga kondusifitas yang ada walaupun dengan barangkali hal-hal yang juga sudah terjadi, kami permohonan maaf yang jadi berita ini mungkin akan menjadi pertanyaan bagi masyarakat Bangka Belitung,” tandasnya.
Di sisi lain, Hellyana sebut ini adalah amanah yang memang sudah ada di pundaknya dan secara undang-undang bahwa dia dengan Hidayat Arsani sama-sama dipilih rakyat.
“Saya bukan bawahan gubernur tapi mitra sejajar dan dalam hal ini artinya saya memperjuangkan ada hak, kewenangan, dan fungsi yang melekat. Untuk kewenangan yang melekat tidak bisa dibatasi, itu supaya kita paham bersama-sama,” ulas Hellyana.
Dirinya menginginkan agar ke depannya hubungan dengan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lebih harmoni.
”Mungkin ini bisa jadi menimbulkan hal yang tidak kondusif, tapi saya yakin kawan-kawan media akan menjaga stabilitas kondusifitas di Bangka Belitung, konferensi pers ini adalah untuk mendudukkan persoalan ini pada porsi yang betul jangan sampai ada hal-hal yang kurang nyaman” ungkapnya.
Ia tidak menepis banyak bahasa yang tidak enak keluar sebagai representasi masyarakat Belitung.
Salah satunya adalah mendengar soal riak-riak seperti Belitung ingin memisahkan diri dengan Bangka.
Bahkan Hellyana juga telah banyak menerima pesan WhatsApp dari kaum perempuan yang ikut geram dengan persoalan ini dan mengancam akan melakukan demonstrasi.
“Namun sebetulnya niat tidak sampai ke sana, maksudnya adalah seperti yang dijanjikan bersama waktu kampanye membuat janji bersama masyarakat, Gubernur Babel secara pribadi menyampaikan ke saya bahwa saya mengurusi Belitung semua dan beliau Bangka, 60:40 kewenangan, dan 30 persen keterwakilan perempuan, namun sekarang sekda susah ditelpon semua dinas OPD dan lainnya abai takut ini supaya tidak ada pelecehan karena bagaimanapun wakil gubernur adalah atasan dan mereka wajib dengan tugas-tugas mereka ketika memang saya memerlukan OPD terkait untuk mengurus masyarakat,” tandasnya. (Nazriel)







