Ia juga membenarkan saat ini sejumlah pedagang telah menggalang tandatangan penolakan pemindahan.
”Sudah puluhan pedagang yang tandatangan menolak dipindahkan, malam ini akan bertambah yang tandatangan mereka sepakat menolak dipindahkan,” tegasnya.
Ruslan menegaskan penolakan ini dilakukan karena selama ini para pedagang menggantungkan hidup mereka dengan berjualan di halaman Gedung Nasional Tanjungpandan.
Bahkan sejumlah pedagang juga mengikuti aturan dengan membayarkan retribusi sewa lahan.
Lebih lanjut, kata dia, apabila dipindahkan ke Kolong Keramik tentu kondisinya sepi pembeli, sangat jauh berbeda dengan kondisi di halaman Gedung Nasional Tanjungpandan.
Ia berharap agar pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali rencana pemindahan tersebut apalagi saat ini sudah memasuki bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
Para pedagang sepakat untuk ikut aturan dan bersama-sama menjaga kebersihan kawasan Gedung Nasional Tanjungpandan.
“Kami ini pedagang kecil mohon bapak bupati tolong perhatikan nasib kami,” harapnya.
![]()







