Home / Belitong Humanities

Senin, 10 November 2025 - 17:28 WIB

‎Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 di Kantor Bupati Belitung Berlangsung Khidmat

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 di halaman kantor Bupati Belitung, Senin 10 November 2025 (BelitongToday/IST-Prokopim Setda Pemkab Belitung)

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 di halaman kantor Bupati Belitung, Senin 10 November 2025 (BelitongToday/IST-Prokopim Setda Pemkab Belitung)

BelitongToday, Tanjungpandan – Upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 di halaman kantor Bupati Belitung, Senin 10 November 2025 berlangsung khidmat.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025.

“Hari ini di bawah langit Indonesia yang merdeka kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa, mereka bukan sekedar nama yang terukir di batu nisan melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga pada hari ini,” ucapnya saat membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf dalam rangka Hari Pahlawan Nasional 2025.

Menurutnya, para pahlawan berjuang bukan untuk diri sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal yaitu kita semua yang berdiri di sini pada hari ini.

Baca Juga  Perum Bulog Cabang Belitung Perkuat Stok Beras Hadapi Ramadhan 1446 Hijriah

‎”Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, kemerdekaan lahir dari kesabaran keberanian, kejujuran, kebersamaan dan keikhlasan,” terangnya.

Bupati mengatakan, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa, pertama kesabaran para pahlawan yang sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun bersama di tengah-tengah keterbatasan.

‎”Mereka tetap bersabar meskipun menghadapi perbedaan pandang dan jalan perjuangan, dari kesabaran itulah lahir kemenangan karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” katanya.

Kemudian kedua adalah semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingannya. Setelah kemerdekaan diraih para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah.

Baca Juga  Pemkab Belitung Angkat 115 Tenaga PPPK, 99 Tenaga Guru dan 16 Tenaga Teknis

“Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian, letak kehormatan sejati bukan pada posisi yang dimiliki tapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ujarnya.

Selanjutnya ketiga adalah pandangan jauh ke depan, para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang untuk kemakmuran bangsa yang sangat mereka cintai dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian daripada ibadah dan air mata.

‎”Pahlawan adalah doa yang tidak pernah padam, menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan, ini adalah moral besar bagi generasi kita saat ini, semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” ungkapnya. (Nazriel)

Share :

Baca Juga

Belitong Humanities

Jelang Perayaan Misa Malam Natal, Gereja Katolik Regina Pacis Tanjungpandan Lakukan Persiapan

Belitong Humanities

1.310 Honorer Kabupaten Beltim Ikut Seleksi Kompetisi PPPK

Belitong Humanities

Pergerakan Penumpang Nataru di Pelabuhan Tanjungpandan Tembus 3.008 Orang

Belitong Humanities

HPN 2024, Kadiskominfo Belitung Ajak Sinergi Bangun Daerah
CJH Belitung

Belitong Humanities

Lepas Keberangkatan Ratusan CJH Belitung, Sanem Minta Jaga Kekompakan Selama di Tanah Suci

Belitong Humanities

Soebagio Tutup Lomba Kreatifitas Usia Dini

Belitong Humanities

Kapolres Belitung Hadiri Serah Terima dan Pisah Sambut Kepala Lapas Kelas II B Tanjungpandan

Belitong Humanities

Peringati Hari Disabilitas Internasional 2023, IKPDB Komitmen Perjuangkan Hak Penyandang Disabilitas