BelitongToday, Tanjungpandan – Kawasan Bundaran Satam, yang menjadi titik nol sekaligus jantung kota Tanjungpandan, bersiap melakukan transformasi besar-besaran.
Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan area ikonik ini menjadi wilayah pertama yang bebas dari kesemrawutan kabel utilitas udara.
Langkah berani ini merupakan bagian dari pilot project penataan kota yang diinisiasi oleh Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat.
Rencananya, dalam radius 500 meter di pusat kota, seluruh kabel optik maupun kabel listrik yang selama ini bergelantungan akan dipindahkan ke bawah tanah (underground).
Bupati Djoni menegaskan bahwa pembenahan ini bukan sekadar soal keindahan, melainkan tuntutan zaman. Sebagai daerah yang terus berkembang, keberadaan kabel yang semrawut dianggap sangat mengganggu program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
”Kita malu, teknologi sudah 5G tapi kabel masih semrawut. Titik berat pertumbuhan ekonomi ada di kota, maka penataan harus dimulai dari sini,” ujar Djoni beberapa waktu lalu.
Untuk mewujudkan kawasan Bundaran Satam yang bersih dan modern, pemerintah daerah akan segera menempuh langkah-langkah strategis dengan memanggil seluruh provider kabel optik dan PLN untuk duduk bersama membahas teknis pemindahan jalur ke bawah tanah.
Implementasi ini akan diselaraskan dengan program Integrated City Planning (ICP) guna memastikan infrastruktur bawah tanah tertata rapi untuk jangka panjang.
Target Implementasi: Harapannya, proyek percontohan sepanjang 500 meter ini dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.
Dukungan untuk Pariwisata
Pembersihan kabel udara di Bundaran Satam diyakini akan meningkatkan daya tarik wisata Belitung secara signifikan. Wisatawan yang ingin mengabadikan momen di Tugu Satam tidak akan lagi terganggu oleh “pemandangan” kabel yang melintang di latar belakang foto mereka.
Dengan dimulainya proyek ini, Tanjungpandan selangkah lebih maju menuju kota modern yang nyaman dipandang mata dan efisien secara infrastruktur. (Nazriel)
![]()







