Ia menambahkan, Guru Penggerak diharapkan belajar untuk mengembangkan kolaborasi tidak hanya sesama jenjang bagaimana bisa membangun kolaborasi antar jenjang.
“Mengambil satu strategi untuk memecahkan persoalan di sekolah masing-masing,” tambahnya.
Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edward dalam sambutannya juga menjelaskan bahwa sampai saat ini sudah ada tujuh angkatan yang diproses menjadi Guru Penggerak.
Ia menjelaskan, tahun 2023 akan dimulai lagi sebanyak tiga angkatan yaitu angkatan ke 8, angkatan ke 9, dan angkatan ke 10 dengan harapan bisa selesai sebanyak 3 angkatan.
“Diharapkan ibu dan bapak guru penggerak bisa menggerakkan teman-temannya untuk menjadi guru penggerak, memberikan pehamanan agar termotivasi untuk menjadi guru penggerak selanjutnya,” ujarnya.
Bupati Belitung, Sahani Saleh dalam pidato penutupnya berpesan sekaligus mengucapkan selamat kepada bapak dan ibu guru penggerak di Kabupaten Belitung.
“Guru-guru sekarang harus mengerti tentang teknologi agar bisa mendukung program pembelajaran yang sesuai dengan kemajuan zaman,” ungkapnya. (Mg1)







