BelitongToday, Tanjungpandan – Bertempat di Ballroom Hotel La Lucia Tanjungpandan, ketua beserta jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Belitung periode 2024-2029 resmi dilantik, Kamis 12 Desember 2024.
Kegiatan pelantikan dihadiri oleh Plh Sekda Belitung Marzuki dan Wakil Ketua I Kadin Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Firmandyah beserta jajaran Forkopimda Belitung dan tamu undangan lainnya.
Ketua KADIN Belitung periode 2024-2029 adalah Ritchie Glen Yapranadi. Dia adalah sosok putra daerah yang telah berkiprah sebagai pengusaha di kancah nasional hingga internasional.
Kini Ritchie Glen Yapranadi kembali ke kampung halamannya untuk menggerakkan dan membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Tadi sebelum ke sini menghadiri acara pelantikan, saya mendapatkan informasi dari BPS bahwa pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung di triwulan III tidak baik-baik saja, hanya sekitar 0,18 persen kalau tidak salah,” ujarnya mengawali kata sambutan dalam acara pelantikan dan pelantikan pengurus KADIN Belitung 2024-2029, Kamis 12 Desember 2024.
Ia menerangkan, hal ini disebabkan oleh penurunan ekspor timah di Bangka Belitung yang mencapai 80 persen.
Penurunan ini, Ritchie melanjutkan, juga menimbulkan dampak ikutan lainnya seperti meningkatnya atau bertambahnya jumlah pengangguran baru.
Dia menambahkan, akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa sektor pertimahan menyumbang sekitar 60 persen perekonomian masyarakat Bangka Belitung.
“Kami Kadin Belitung siap berkolaborasi dengan Bupati Belitung terpilih yang baru nanti setelah resmi ditetapkan pada 16 Desember 2024 kami akan bersilaturahmi,” paparnya.
Ia menjelaskan, KADIN Belitung siap berkolaborasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih yang baru untuk menggerakkan perekonomian Belitung di luar atau selain sektor timah.
Sehingga dengan demikian hal ini akan mengurangi ketergantungan Belitung dengan timah secara perlahan-lahan.
Salah satu sektor yang cukup berpotensi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat Belitung adalah sektor pariwisata.
Namun saat ini dengan terbatasnya jumlah penerbangan membuat pariwisata Belitung menjadi lesu.
“Jumlah kamar hotel di Belitung ada 2.200 kamar. Karena hanya lima penerbangan sehari di Belitung kondisi sepi, maka kami siap berkolaborasi dengan pemerintah baru untuk menelurkan program baru,” paparnya.
Di samping itu, pihaknya juga akan menyiapkan program lainnya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Program itu adalah pelatihan ekspor bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar luar negeri.
“Semoga ini bisa membantu ekonomi masyarakat selain sektor timah,” tutupnya. (Nazriel)







