Home / Belitong Economic and Business

Rabu, 14 September 2022 - 12:33 WIB

Kenaikan Harga BBM, Direktur Politeknik Belitung Nilai sudah harus jadi Pertimbangan Pemerintah

BelitongToday, Tanjungpandan – Kebijakan Pemerintah pusat menaikkan harga bahan bakar minyak mendapat tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya adalah dari Direktur Politeknik Belitung, Hartian Ramadhan ST, MM.

Ia menilai sudah saatnya harga BBM dinaikkan karena besarannya terlalu memberatkan APBN.

Sudah menjadi pengetahuan bersama di tunjang, data, survey dan penelitian, bahwa bbm jenis pertalite dan solar membebani anggaran pemerintah, dimana belanja subsidi pemerintah pusat pada tahun ini mencapai Rp 578,1 triliun, jauh lebih tinggi dari yang sebelumnya ditetapkan.

Pembengkakan subsidi BBM tak lepas dari keputusan pemerintah untuk tetap menahan harga bensin subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Namun, kas keuangan negara tidak bisa terus-terusan menanggung beban tersebut.

Baca Juga  Indonesia Launches Blue Economy Roadmap 2023-2045

“Kondisinya saat ini sudah mendesak, dari 23 juta kiloliter yang disepakati hingga akhir tahun 2022, tinggal tersisa 6 juta kiloliter. Kemudian subsidi yg dikeluarkan tidak tepat sasaran. Dari total alokasi kompensasi pertalite 93,5 triliun, 86% dinikmati rumah tangga dan 14%nya oleh dunia usaha,” ujar Hartian kepada BelitongTOday beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, dari 86% untuk rumah tangga, 80%nya dinikmati rumah tangga mampu. Diperlukan political will pemerintah untuk menetapkan siapa yang berhak menerima atas BBM bersubsidi.

“Seperti pembatasan kendaraan roda 2 atau 4, besaran cc nya atau bahkan pengawasan di SPBU untuk menyalurkan dan jika melanggar dapat dikenakan sanksi atau cabut izin nya,” lanjutnya

Baca Juga  Gelar RDP Bersama DPRD, Assapel Belitung Usulkan Kenaikan Tarif Angkutan

Kondisi ini terjadi di Belitung, dimana di daerah ini saat ini terlihat sangat jelas, antrian terjadi di SPBU-SPBU dimana kendaraan pengerit menyatu dengan kendaraan pribadi yang memang perlu bbm untuk berputarnya roda ekonomi.

“Antrian menyatu, sangat rancu, tidak ada pembagian,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah pusat lebih bijaksana jika subsidi yang besar tersebut dialihkan untuk program lain yang lebih bermanfaat.

“Akan lebih baik jika subsudi bbm diperuntukan untuk program ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, atau proyek bendungan atau jalan tol,” tutup alumni HMI tersebut. (red)

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

Perusahaan di Belitung Patuh Bayarkan THR Idul Fitri 1447 Hijriah, Nihil Aduan dan Laporan
BEI Babel

Belitong Economic and Business

BEI Babel Ajak ASN Beltim Melek Investasi Saham
Ahok pelabuhan Tanjung Batu

Belitong Economic and Business

Rencana Pemindahan TBBM Tanjungpandan, Ahok Tinjau Pelabuhan Tanjung Batu

Belitong Economic and Business

Belitung Food Court Mampau Resmi Dibuka, Ayo Berburu Kuliner Lezat dan Harga Terjangkau

Belitong Economic and Business

Gelar RDP Bersama DPRD, Assapel Belitung Usulkan Kenaikan Tarif Angkutan
Edi

Belitong Economic and Business

Edi Prio Pambudi: ASEAN Wajib Kembangkan Ekonomi Biru
Warga Desa Kembiri mendatangi Kantor Foresta Lestari Dwikarya

Belitong Economic and Business

Geruduk Kantor Foresta Lestari Dwikarya, Warga Desa Kembiri Sampaikan Lima Tuntutan
Idul Fitri

Belitong Economic and Business

Sambut Idul Fitri 1444 Hijriah, Pemkab Belitung Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok dan Inflasi