Home / Belitong Economic and Business

Kamis, 26 Januari 2023 - 15:58 WIB

Cegah Kapal Compreng Nakal, Kades Seliu Minta Kapal Pengawas Standby

Kepala Desa Seliu, Edyar ketika menandatangani kesepakatan bersama antara nelayan tradisional kecamatan Membalong dan pengusaha kapal compreng tentang zona tangkap dan wilayah tangkap yang disepakati bersama dalam pertemuan tersebut.

Kepala Desa Seliu, Edyar ketika menandatangani kesepakatan bersama antara nelayan tradisional kecamatan Membalong dan pengusaha kapal compreng tentang zona tangkap dan wilayah tangkap yang disepakati bersama dalam pertemuan tersebut.

BelitongToday, Tanjungpandan – Kepala Desa Seliu, Kecamatan Membalong, Edyar meminta Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Babel menyiagakan kapal pengawas di perairan Seliu untuk mencegah kapal compreng nakal.

“Pemerintah Desa Seliu meminta DKP Babel atau Dinas Perikanan Belitung menyiapkan kapal pengawas standby di Seliu,” kata Edyar, Kamis (26/1).

Hal ini ia utarakan usai pertemuan antara nelayan Kecamatan Membalong bersama pengusaha kapal compreng di kantor DKP Belitung, Kamis (26/1).

Ia menyebutkan, nelayan sangat membutuhkan keberadaan kapal pengawas untuk memantau aktivitas kapal-kapal compreng yang nakal melanggar wilayah dan zona tangkap.

“Kapal pengawas ini akan memudahkan untuk memantau hasil konsekuensi kesepakatan pertemuan tadi,” jelasnya.

Baca Juga  Toyota Merilis 9.964 Mobil Listrik, Didominasi oleh Hybrid

Edyar menjelaskan, nelayan tradisional pulau Seliu dan desa lainnya di Kecamatan Membalong mengeluhkan keberadaan kapal compreng di perairan Seliu.

Kapal compreng tersebut telah beraktivitas selama dua bulan terakhir sehingga membuat tangkapan nelayan berkurang.

“Biasanya nelayan kami bisa selama tiga bulan mencari cumi di wilayah itu namun sekarang tidak sampai satu bulan cumi sudah habis,” ungkapnya.

Ia mengatakan, dengan demikian nelayan melaporkan keberadaan kapal compreng kepada Pemerintah Desa Seliu.

Nelayan menyebutkan melihat secara langsung sebanyak 24 kapal compreng beraktivitas di bawah tujuh mil.

Padahal dalam aturan wilayah tangkap kapal compreng adalah berada di atas 12 mil dari bibir pantai.

Selanjutnya Pemerintah Desa Seliu melaporkan peristiwa tersebut ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Baca Juga  Pemkab Belitung Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Nataru 2026

“Kami sudah melakukan pertemuan pada tanggal 6 Januari sebagai pernyataan sikap kami namun pihak kapal compreng tetap tidak mengindahkan,” paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengirimkan surat ke DKP Bangka Belitung untuk menangani persoalan aktivitas kapal compreng tersebut.

“Pihak DKP Bangka Belitung menindaklanjuti dan melaksanakan pertemuan pada hari ini,” jelasnya.

Ediar melanjutkan, pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan antara nelayan dan pengusaha kapal compreng tentang pembagian zona wilayah tangkap.

“Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nanti demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan desa Pulau Seliu,” ungkapnya. (Nazriel)

https://youtu.be/HknPR4dDkBU

Share :

Baca Juga

Belitong Economic and Business

Harga Beras di Tanjungpandan Naik, Pj Bupati Sebut Segera Gelar Rapat

Belitong Economic and Business

Endriansyah Terpilih Jadi Ketua BPC HIPMI Belitung Timur 2024-2027

Belitong Economic and Business

LIDIK Babel Sayangkan Bea Cukai Tanjungpandan Gagal Ungkap Pemilik Ribuan Botol Minol Ilegal

Belitong Economic and Business

Pertamina Sambut Baik Upaya Pemerintah Babel Wujudkan BBM Subsidi Tepat Sasaran

Belitong Economic and Business

Stok Bahan Pokok di Belitung Aman, DKUKMPTK Minta Warga Tidak Panic Buying
Raje Teran

Belitong Economic and Business

Jangkau Pasar Nasional, Raje Teran Belitong Timur Jalin Kerjasama dengan Merek Madu Al Aqso

Belitong Economic and Business

Mau Ikut Belitung Expo 2024? Ini Syarat dan Waktu Pendaftaran, Pelaku UMKM Wajib Tahu!
Idul Fitri

Belitong Economic and Business

Sambut Idul Fitri 1444 Hijriah, Pemkab Belitung Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok dan Inflasi