BelitongToday, Manggar – Nama jurnalis BelitongToday yang sehari-hari melaksanakan tugas peliputan di wilayah Belitung Timur, Aditama dicatut oleh seseorang oknum jurnalis yang berinisial VM.
Modusnya adalah dengan mengajukan permohonan bantuan dana akomodasi dan transportasi peliputan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Belitung Timur.
Tidak hanya jurnalis BelitongToday saja, terdapat daftar 11 orang nama jurnalis di Belitung Timur lainnya yang nama mereka dimasukkan dalam daftar permohonan bantuan dana akomodasi dan transportasi peliputan tersebut.
Permohonan bantuan dana tersebut ditujukan kepada pihak manajemen PT. Steelindo Wahana Perkasa (SWP) di Kelapa Kampit Belitung Timur.
Kejadian ini terungkap dan begitu menghebohkan saat pesan singkat permohonan bantuan dana tersebut tersebar di WhatsApp group.
Salah satunya adalah di WA group “Agenda dan Berita Kabupaten Belitung Timur” pada, Minggu 23 Februari 2025.
Redaktur Pelaksana Belitong Today, Muhammad Nazriel Semesta menyayangkan insiden pencatutan nama jurnalis Belitong Today di Belitung Timur tersebut.
Nazriel bahkan mengaku sudah menerima konfirmasi langsung dari Aditama jurnalis Belitong Today di Belitung Timur perihal pencatutan itu.
“Tadi jurnalis kami, Aditama langsung melaporkan bahwa namanya dicatut dan menyampaikan pula dia tidak pernah meminta namanya dimasukkan dalam daftar jurnalis yang mengajukan permohonan bantuan dana akomodasi dan transportasi yang dimaksud itu,” jelasnya, Minggu 23 Februari 2025 malam.
Untuk itulah, redaksi Belitong Today merasa dirugikan atas kejadian pencatutan ini.
Ia menyebutkan, jurnalis Belitong Today saat bertugas diminta tetap mempedomani prinsip profesionalitas serta memegang teguh kode etik jurnalistik.
Apalagi, Nazriel melanjutkan, selama ini nama media Belitong Today cukup baik dan tidak memiliki masalah apalagi hal-hal aneh semacam ini sejak hadir di Belitung Timur.
“Sejak hadir di Belitung Timur media kami menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan sejumlah pihak termasuk Pemkab Belitung Timur sendiri dengan tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip profesionalitas dan kode etik jurnalistik,” terangnya.
Untuk itulah, Nazriel berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali dan tidak segan mengambil langkah hukum jika hal serupa kembali terjadi.
“Namun apabila kembali terjadi kami tidak segan-segan mengambil langkah hukum karena ini telah mencemarkan nama baik jurnalis dan perusahaan media kami,” tegas Nazriel.
Fakta-fakta Pencatutan Permohonan Bantuan Dana
Sebuah surat yang diduga merupakan permohonan bantuan dana dari sekelompok wartawan di Belitung Timur kepada PT. SWP di Kelapa Kampit menjadi perbincangan di kalangan masyarakat serta media.
Surat tersebut berisi permintaan dana akomodasi dan transportasi dalam rangka peliputan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Belitung Timur.
Dalam surat yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp itu, tertera daftar nama 12 wartawan dari berbagai media yang disebut mengajukan permohonan tersebut.

Surat itu diduga dibuat oleh seseorang berinisial VM yang mengatasnamakan koordinator, lengkap dengan nomor rekening untuk transfer dana.
Namun, beberapa wartawan yang namanya tercantum dalam surat tersebut menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengajukan permohonan tersebut dan tidak mengetahui adanya surat yang mengatasnamakan mereka.
Hal ini menimbulkan dugaan pencemaran nama baik serta potensi penyalahgunaan identitas.
Terkait beredarnya surat ini, sejumlah pihak meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait untuk memastikan keabsahan dokumen tersebut dan mengetahui apakah ada unsur pelanggaran hukum.
Kasus ini menjadi perhatian, terutama dalam menjaga integritas profesi jurnalis di Belitung Timur. (Tim)







