BelitongToday, Tanjungpandan – Sabtu sore (6/12) di kawasan Bundaran Satam tidak seperti biasanya.
Di bawah ikon kebanggaan masyarakat Belitung itu, deru mesin Vespa bersahutan bukan untuk pawai gagah-gagahan, melainkan untuk sebuah misi kemanusiaan.
Di antara hiruk-pikuk lalu lintas pusat kota, puluhan relawan dari berbagai latar belakang, mulai dari komunitas Vespa, KNPI, Duta Zakat, hingga pegiat Z-Mart berdiri bahu-membahu.
Mereka membawa kotak kardus, menyapa pengendara dengan senyum, dan mengetuk pintu hati masyarakat.
Tujuannya satu yakni mengirimkan pesan persaudaraan kepada korban banjir dan tanah longsor yang tengah menderita di Aceh dan Sumatera.
Dua Jam yang Bermakna
Ketua Baznas Belitung, Firmansyah, menatap keramaian itu dengan haru. Ia tak menyangka, aksi yang digelar sederhana dengan hiburan seadanya itu mampu memantik empati yang begitu besar.
”Alhamdulillah, aksi yang kami lakukan kurang lebih dua jam berhasil mengumpulkan donasi kurang lebih Rp8.412.000,” ujar Firmansyah.
Angka itu mungkin terlihat sekadar deretan nominal bagi sebagian orang. Namun, bagi para relawan yang berdiri di sana, setiap rupiah yang masuk ke dalam kotak adalah bukti bahwa masyarakat Belitung memiliki hati yang luar biasa luas. Total, hingga Sabtu malam, Baznas Belitung telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp20,32 juta.
![]()







