Home / Belitong Environment

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Dampak Ganda Kemarau di Belitung: Kualitas Udara Menurun dan Sumber Air Menyusut

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung, Lutfi Avian.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung, Lutfi Avian.

BelitongToday, Tanjungpandan – Dampak ganda musim kemarau panjang kian meluas dan terasa di Kabupaten Belitung.

Selain ancaman krisis pasokan air bersih akibat penurunan debit, kualitas udara yang sebelumnya berada pada kategori baik (zona hijau) kini merosot ke status sedang (zona kuning/moderate).

Merosotnya kualitas udara ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung, Lutfi Avian.

Ia mengungkapkan bahwa perubahan status tersebut terjadi hampir merata di seluruh kecamatan dalam satu hingga dua pekan terakhir.

Berdasarkan pemantauan melalui sejumlah aplikasi dan instrumen kualitas udara, penurunan ini dipicu oleh meningkatnya konsentrasi partikulat halus (PM2.5). Nilai PM2.5 yang semula berada di kisaran aman (8–25) kini melonjak hingga melampaui angka 50.

Baca Juga  BREAKING NEWS! Angin Puting Beliung Terjang Sejumlah Rumah Warga di Tanjungpandan

“Peningkatan PM2.5 dipengaruhi cuaca yang sangat panas, meningkatnya debu, serta munculnya sejumlah titik kebakaran lahan dan pembakaran sampah,” ujar Lutfi.

Ia menambahkan, kondisi vegetasi dan rumput yang mengering akibat terik panjang membuat lingkungan menjadi jauh lebih rentan tersulut api.

Meningkatnya kadar debu dan partikel halus di udara berpotensi memicu masalah kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menanggapi kondisi ini, DLH mengimbau masyarakat—terutama pengendara sepeda motor dan warga yang sering beraktivitas di luar ruangan—untuk kembali menggunakan masker demi perlindungan diri.

Guna mencegah memburuknya kualitas udara dan risiko kebakaran, DLH menegaskan beberapa imbauan kepada masyarakat:

Baca Juga  Pengurus Pelita Belitung Periode 2023-2026 Resmi Dilantik, Elly Iriani: Belitung Miniatur Indonesia

Dilarang membakar sampah maupun membuka lahan pertanian/perkebunan dengan cara dibakar.

Tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area rumput kering.

Menghemat penggunaan air bersih untuk menjaga ketersediaan pasokan selama musim kemarau.

Di sisi lain, sektor pasokan air juga mengalami dampak serius. Hasil pemantauan lapangan menunjukkan adanya penyusutan debit air yang signifikan pada sejumlah sumber air baku, aliran sungai, hingga kolam penampungan (kulong/embung).

Kedalaman air di fasilitas penampungan dilaporkan telah berkurang sekitar 40 hingga 50 centimeter dari batas normal akibat terik kemarau.

“Masyarakat diharapkan dapat membatasi penggunaan air bersih dan menghemat pemakaian air agar persediaan tetap mencukupi selama musim kemarau,” pungkas Lutfi. (Adoy)

Share :

Baca Juga

Air Serkuk

Belitong Environment

Sanem Berang Kolam Air Serkuk Rusak Karena Aktivitas Tambang Ilegal, Segera Bentuk Tim Terpadu, Penampung Timah Juga Menjadi Atensi
Proyek Strategis

Belitong Environment

Tingkatkan Infrastruktur Bagi Masyarakat, Proyek Strategis DPUPR Belitung Timur Capai Puluhan Miliar

Belitong Environment

Ekspedisi DJN 2024 Selesaikan Pengarungan dengan Penanaman 10.000 Bibit Mangrove di Belitung
KEK Tanjung Kelayang

Belitong Environment

TNI/Polri dan KEK Tanjung Kelayang Sinergi Padamkan Karhutla

Belitong Environment

Rapat Bulanan FLLAJ Belitung, Bahas Soal Anjing Liar Hingga Bongkar Muat Truk ODOL
belitung hujan

Belitong Environment

Pagi Ini, Belitung Dilanda Hujan Intensitas Ringan

Belitong Environment

Cuaca Buruk, KSOP Tanjungpandan Larang Kapal Berlayar

Belitong Environment

Wajah Baru Ikon Kota, Bundaran Satam Bakal Bebas Kabel Udara