Home / Belitong History

Sabtu, 4 Februari 2023 - 14:31 WIB

Ini Sejarah Mengapa Bulan Februari Hanya 28 Hari

Sumber foto : bulan februari(freepik)

Sumber foto : bulan februari(freepik)

BelitongToday, Jakarta – Februari memiliki jumlah hari paling sedikit dalam kalender Masehi, yaitu 28 hari, atau 29 hari pada tahun kabisat.

Sementara bulan lain memiliki jumlah hari yang lebih banyak, setidaknya 30 hari. Hal ini berakar dari takhayul tradisional Roma kuno.

Menurut Britannica, kalender Masehi berasal dari kalender Romawi Kuno yang awalnya hanya memiliki 10 bulan dalam setahun.

Namun, pada masa pemerintahan raja kedua Romawi, Numa Pompilius, jumlah bulan dalam setahun ditingkatkan menjadi 12 dengan penambahan Januari dan Februari, sehingga sesuai dengan siklus lunar bulan.

Baca Juga  Sejarah Piano: Dua Hasrat Terinspirasi Ciptakan Alat Musik Klasik dengan Suara Khas

Awalnya, ada enam bulan yang memiliki 30 hari dan empat bulan memiliki 31 hari, dengan total 304 hari dalam setahun.

Namun, Pompilius ingin menghindari angka genap dalam kalender barunya karena takhayul Romawi percaya bahwa angka genap membawa keburukan.

Ia mengurangi satu hari dari masing-masing bulan yang memiliki 30 hari menjadi 29 hari. Dengan pengurangan itu, jumlah total hari dalam setahun menjadi 298 hari.

Karena itu, Februari mendapat 28 hari, atau 29 hari pada tahun kabisat, agar kalender Masehi sesuai dengan siklus lunar dan memperhatikan takhayul Romawi kuno. Setelah pengembangan kalender, total hari dalam satu tahun menjadi 365 hari atau 366 hari pada tahun kabisat, dan masih digunakan hingga saat ini.

Baca Juga  Gelar Doa Bersama, Hellyana Mohon Dukungan Jalankan Tugas Sebagai Wagub Babel

Kalender baru ini mengandung 365 hari dalam setahun dan setiap 4 tahun menambahkan hari ekstra pada tanggal 29 Februari sebagai tahun kabisat.

Lebih lanjut, kalender ini mendapat pengakuan dan berlaku sebagai kalender resmi di Roma dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Inilah sejarahnya bagaimana Februari menjadi bulan terpendek dalam kalender Masehi. (Reza)

Share :

Baca Juga

Penemuan Roti

Belitong History

Ini Sejarah dan Evolusi Penemuan Roti
Takjil Puasa

Belitong History

Jadi Bagian Integral dalam Buka Puasa, Yuk Simak Sejarah Takjil
Gunung Everest

Belitong History

Gunung Everest: Mungkinkah Tumbuh Lebih Tinggi Lagi? Fakta Menarik di Balik Pergerakan Lempeng Tektonik
Wisata Sejarah

Belitong History

Menparekraf Sebut Heritage Belitung Simpan Potensi Wisata Sejarah

Belitong History

Kisah Kegelapan Hari Yatim Piatu Perang Dunia
Rukyatul Hilal Bulan Hijriyah

Belitong History

Menentukan Awal Bulan di Kalender Hijriyah Melalui Metode Rukyatul Hilal

Belitong History

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel Gali Naskah Kuno di Badau
Puasa Ramadan

Belitong History

Ini Sejarah Mengapa Umat Muslim Wajib Berpuasa Selama Sebulan Penuh pada Ramadan?