BelitongToday, Membalong – Aktivitas di lokasi pabrik dan perkebunan kelapa sawit milik PT Foresta Lestari Dwikarya di Desa Kembiri, Kecamatan Membalong lumpuh total, Selasa (11/7).
Pantauan awak media BelitongToday di lokasi portal masuk PT. Foresta Lestari Dwikarya tampak sejumlah warga terlihat sedang berjaga.
Selain itu, tidak terlihat aktivitas keluar masuk kendaraan truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit seperti hari-hari biasa di PT Foresta Lestari Dwikarya tersebut.
Salah seorang pekerja di lokasi, Hubertus mengatakan hari ini mereka tidak bekerja. Hal ini menyikapi aksi penutupan operasional pabrik serta akses jalan masuk menuju perkebunan oleh masyarakat selama tiga hari ke depan.
“Saya mengerti mengapa masyarakat marah terhadap perusahaan,” ungkapnya.
Ia mengaku, sudah 20 tahun bekerja di PT. Foresta Lestari Dwikarya. Ia berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sebelumnya tidak ada masalah dengan masyarakat. Komunikasi dengan masyarakat luar komplek PT. Foresta Lestari Dwikarya selama ini berjalan baik,” tuturnya.
Aktivitas Pekerja Berhenti Total
Sedangkan pekerja lainnya, Yuap mengatakan saat ini aktivitas operasional perusahaan dihentikan sementara.
Ia mengatakan berdiam di pos portal 2 dan 3 PT. Foresta Lestari Dwikarya karena ingin mencari sinyal telepon selular. Sebab ia menerangkan, agak susah mendapatkan sinyal telepon seluler di dalam komplek perumahan pekerja.
Ia menjelaskan, sudah bekerja selama tujuh tahun di perusahaan sawit Foresta Lestari Dwikarya.
“Saya sudah tujuh tahun bekerja di Foresta dan tinggal di dalam komplek, cuma terkadang sinyal susah jadi ke pos portal untuk mendapatkan sinyal,” imbuhnya.
Sementara itu, koordinator aksi lapangan demo Foresta Lestari Dwikarya, Martoni, Selasa (11/7) menjelaskan pihaknya telah mengeluarkan tiga alat berat dari lokasi kebun. Terdiri dari dua eksavator dan dari buldozer karena memang tidak dapat beroperasi.
“Sebelumnya alat berat itu perusahaan gunakan untuk pembuatan waduk guna menyiram bibit sawit dan penebangan sawit,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, aksi penutupan ini pihaknya lakukan selama tiga hari. Apabila pihak perusahaan tidak memberikan jawaban maka warga akan mengambil langkah tegas lainnya.
Sampai saat ini aksi pemblokiran jalan tersebut berjalan dengan kondusif. (Tim)







