Dikawal Denjaka dan Nelayan
Ketua Harian Ekspedisi DJN Wanadri Belitung 2024, Priyo Utomo Laksono mengatakan mereka memang mendapatkan pengawalan Denjaka dan nelayan guna mengantisipasi serangan buaya.
Pengawalan ini dilakukan pada lokasi-lokasi yang rawan atau menjadi tempat dan habitat buaya. Seperti di Gantung, Manggar, Teluk Balok, hingga Sungai Kembiri.
“Iya benar (pengawalan Denjaka, red), itu di Belitung Timur di Manggar sendiri dan Gantung, kalau di pesisir timur itu peringatannya (warning) malah lebih tinggi apabila dibandingkan di Teluk Balok ini, di Belitung Timur konflik buayanya lebih banyak, jadi waktu itu kami dibantu Denjaka untuk pengamanan jadi perahu mereka melipir ke tepi, jadi memungkinan buaya untuk menghindar,” jelasnya.







