Home / Belitong Humanities

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:10 WIB

‎Asa dari Balik Jeruji, Lapas Tanjungpandan Gelar Shalat Istisqa’ Mohon Hujan

Lapas Kelas II B Tanjungpandan menggelar shalat Istisqa' mohon hujan, Jumat 22 Oktober 2026 (BelitongToday/IST-Humas Lepas Kelas II B Tanjungpandan)

Lapas Kelas II B Tanjungpandan menggelar shalat Istisqa' mohon hujan, Jumat 22 Oktober 2026 (BelitongToday/IST-Humas Lepas Kelas II B Tanjungpandan)

‎Introspeksi dan Bisikan Doa di Atas Sajadah

‎Suasana haru begitu terasa saat Ustadz Bustamin.naik memimpin jalannya salat dan menyampaikan khotbah.

‎Suaranya yang tenang membelah keheningan pagi, mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istigfar, menundukkan kesombongan, serta melakukan introspeksi diri.

‎Bagi para warga binaan, momen ini terasa begitu berbeda. Di balik ujian hidup yang tengah mereka jalani di dalam jeruji, ada rasa keterpanggilan yang sama: rasa rindu akan hujan dan kerinduan untuk bermanfaat bagi tanah yang mereka pijak.

‎”Melalui salat ini, mari kita memohon dengan penuh keikhlasan dan kerendahan hati. Semoga Allah SWT memberikan kecukupan air, keselamatan, dan rahmat bagi kita semua,” ajak Bustamin dalam bait-bait khotbahnya yang menyentuh sanubari.

Baca Juga  Depo Pertamina Plumpang Alami Kebakaran Hebat

‎Saat doa dipanjatkan, tak sedikit jamaah yang menengadahkan telapak tangan dengan mata berbalik sayu, meresapi setiap bait permohonan agar bumi kembali basah dan subur.

‎Lebih dari Sekadar Salat: Menyemai Jiwa di Balik Jeruji

‎Pelaksanaan Salat Istisqa di Lapas Tanjungpandan ini membuktikan bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada ketrampilan fisik, tetapi juga sentuhan rohani. Kegiatan ini menjadi wahana pembinaan kepribadian yang menumbuhkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

Baca Juga  Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni, Baznas Belitung Minta Dijaga dengan Baik

‎Keterlibatan aktif antara petugas dan warga binaan memperlihatkan hangatnya kebersamaan sebagai satu keluarga besar. Di lapangan tersebut, sekat-sekat itu runtuh; yang tersisa hanyalah kepasrahan hamba ‎yang membutuhkan pertolongan Tuhannya.

‎Seiring berlalunya pagi dan usainya rangkaian ibadah, harapan itu kini tergantung di langit Belitung. Dari balik dinding-dinding kokoh pemasyarakatan, doa tulus telah dilayangkan. Sebuah ikhtiar sederhana, namun penuh makna, agar gerimis dan hujan lebat segera turun membasahi dahaga Bumi Belitung, membawa keberkahan dan keselamatan bagi seluruh penghuninya. (Nazriel Semesta/Rel)

Share :

Baca Juga

Pelatihan Hidroponik

Belitong Humanities

Kerjasama Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dengan BPVP Belitung, 16 WBP Ikuti Pelatihan Hidroponik

Belitong Humanities

Libur Akhir Semester Gazal, Soebagio Ajak Isi Dengan Kegiatan Positif

Belitong Humanities

Disdikbud Targetkan Seluruh Sekolah di Belitung Terapkan Kurikulum Merdeka
Komite Reformasi untuk Belitung

Belitong Humanities

Aksi Damai Komite Reformasi untuk Belitung Masa Depan Ditunda, Ini Alasannya

Belitong Humanities

Enam Organisasi Wartawan di Belitung Bakal Gelar Peringatan HPN 2024
DPMPTSPP Beltim

Belitong Humanities

Wujudkan Kemahiran Menyusun Perencanaan Pengadaan Barang dan Jasa, DPMPTSPP Beltim Gelar Bimtek TKDN

Belitong Humanities

Pjs Bupati Belitung Timur Minta ASN Jaga Netralitas di Pilkada 2024

Belitong Humanities

Santri Harus Terus Membekali Diri Agar Mampu Berkompetisi