BelitongToday , Tanjungpandan – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama Direktur Operasional PT Timah Tbk, Mayjen (Purn) TNI Handy Gerniady, menggelar pertemuan intensif dengan para mitra di hotel BW Suite, jalan Pattimura, Kelurahan Tanjungpendam, Sabtu 8 Agustus 2026 malam.
Pertemuan tersebut membuahkan sejumlah poin penting, mulai dari kesepakatan harga timah, percepatan pembayaran pencairan mitra, hingga imbauan menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Gubernur Babel, Hidayat Arsani menegaskan bahwa tuntutan masyarakat terkait penyesuaian harga timah telah disetujui bersama, yakni sebesar Rp200 ribu per kilogram untuk kadar SN 73.
”Tuntutan masyarakat sudah disetujui dengan harga Rp200 ribu kadar SN 73. Mari kita jaga situasi Belitung dan Belitung Timur agar tetap kondusif. Harga ini juga bisa naik lagi tergantung situasi harga timah dunia,” ujar Hidayat.
Ia juga meminta para mitra yang pembayarannya belum rampung untuk bersabar.
Pihaknya bersama PT Timah terus berupaya mencari investor dan pemodal untuk membantu pengusaha lokal.
Di sisi lain, Direktur Operasional PT Timah Tbk, Mayjen (Purn) TNI Handy Gerniady, memastikan kecepatan pembayaran menjadi prioritas utama manajemen saat ini demi menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
”Dari 29 PJP pencairan dilakukan bertahap. Kemarin ada 9 PJP, dan malam ini seluruhnya diupayakan cair agar masyarakat bisa langsung merasakan perputaran ekonomi,” kata Handy.
Handy menambahkan, setelah pertemuan di Beltim, pihaknya langsung melakukan koordinasi tingkat tinggi melalui zoom meeting untuk melaporkan hasil kesepakatan kepada Direktur Utama PT Timah Tbk.
Selain urusan harga dan pencairan, Gubernur Hidayat Arsani memberikan penekanan khusus terkait legalitas dan ketertiban penambangan di Pulau Belitung.
Ia mengimbau seluruh penambang agar bekerja sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan secara legal oleh PT Timah, serta melarang keras aktivitas di kawasan hutan.
”Saya ingin Belitung dan Belitung Timur aman, jangan dikacau oleh oknum. Bekerja sesuai SPK PT Timah, jangan di kawasan hutan. Sebentar lagi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) akan jalan di Beltim, lalu berlanjut ke Bangka Selatan dan daerah lain,” tegas Hidayat.
Hidayat juga mengingatkan para mitra pertambangan untuk selalu bersinergi dan mengenali aparat keamanan di wilayah masing-masing, baik Kapolres, Dandim, maupun petugas di lapangan.
”Uang timah ini panas sampai ke telinga Presiden. Jadi jalankan bisnis dengan benar, jaga PT Timah. Banyak-banyak berzakat dan sedekah supaya dingin,” tambahnya.
Apresiasi Aparat dan Pemulihan Ekonomi Lapangan
Pihak PT Timah Tbk turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri yang sigap meredam potensi konflik, sehingga kondisi di lapangan kini mulai berangsur pulih dan kondusif.
”Berkat kolaborasi bersama, kondisi yang kemarin emergency kini sudah berangsur pulih dan lapangan bergeliat kembali. Terima kasih kepada seluruh aparat TNI-Polri sehingga konflik tidak meluas,” pungkas Handy. (Nazriel)
![]()







