BelitongToday, Tanjungpandan – Peternak ayam mandiri di Kabupaten Belitung kembali harus mengelus dada.
Sebab harga ayam potong di tingkat pasar kembali melorot dalam beberapa waktu terakhir.
Harga ayam di tingkat pasar saat ini berkisar antara Rp29 ribu sampai Rp33 ribu per kilogram. Sedangkan harga di tingkat kandang Rp21 sampai Rp22 ribu.
Tentunya harga ini belum berpihak kepada para peternak di tengah tingginya biaya produksi.
Ujian bertubi-tubi terus dihadapi oleh aliansi peternak ayam mandiri di Negeri Laskar Pelangi.
Alih-alih mendapatkan perlindungan dari pemerintah daerah, ternyata hanya janji basi.
Ketua Aliansi Peternak Ayam Mandiri Belitung, Yahya pun geram dibuat dengan fluktuasi harga ayam potong di Belitung.
Dia mensinyalir kondisi ini bukan hanya disebabkan oleh kondisi pasar atau daya beli masyarakat semata.
Namun ada indikasi permainan mafia besar dan praktik curang.
Yahya bilang, kondisi peternak lokal cukup terpukul dengan keberadaan mafia ayam ini.
Ia menjelaskan, keberadaan mafia ini ayam ini adalah sindikat yang memonopoli dan memainkan harga ayam potong di tingkat pasar secara tidak fair alias tidak adil.
Imbasnya peternak kecil dan lokal yang menjadi tumbal permainan mafia ayam ini. Populasi ayam potong pun tak terkontrol.
“Kemudian populasi ayam juga over akibat kemitraan yang luar biasa perkembangannya beserta pemodal besar yang membuka kandang dengan lumayan besar kapasitasnya,” ungkap Yahya emosi,” Jumat 30 Mei 2025.
Untuk itu, secara tegas, Yahya desak agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum mengusut dan membongkar praktik curang permainan mafia ayam di Belitung selama ini.
“Kita mendorong pihak berwenang turun tangan menyelidiki. Jangan sampai peternak kecil menjadi korban permainan pasar yang tidak sehat ini,” tegas Yahya dengan suara lantang. (Nazriel)







