Tidak Ada Pohon Natal Besar
Sekretaris Pipa Paroki Regina Pacis, Tanjungpandan, Belitung Yohannes Djohan Wijaya menjelaskan bahwa perayaan Natal 2024 dilakukan secara berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Bukan tidak semeriah dul, Namun karena suasana duka dan bela rasa
Mereka menyampaikan ucapan duka dan bela rasa atas apa yang telah terjadi dan menimpa saudara seiman mereka di Gaza, Palestina dan belahan dunia lainnya seperti Rusia dan Ukraina yang tidak bisa merayakan Natal dengan penuh sukacita akibat konflik perang Israel – Hamas.
Oleh karena itu, mereka memilih merayakan Natal dengan sederhana dan penuh turut mendoakan agar konflik Israel – Hamas segera berakhir.
“Kami turut mendoakan di sini, lewat perayaan Natal tahun ini semoga perdamaian bisa terwujud, kami tidak ada aksi spesial untuk itu, namun sebagai umat Katolik kami ikut mendoakan, semoga segera terwujud perdamaian dan tidak ada lagi perang di sana,” ucap Djohan. (Nazriel)







