Home / Belitong Economic and Business

Senin, 1 Juli 2024 - 20:36 WIB

Kabupaten Beltim Alami Deflasi Juni 2024

Suasana press release inflasi Kabupaten Belitung Timur.

Suasana press release inflasi Kabupaten Belitung Timur.

Belitong Today – Manggar, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2024 ini. Di mana terjadi Deflasi pada month to month (m-to-m) masing-masing sebesar 0,62 persen di Kabupaten Beltim dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Juni 2024 masing-masing sebesar 0,64 persen.

Sedangkan pada Juni 2024 ini terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Kabupaten Beltim sebesar 1,75 persen, dengan IHK sebesar 103,64.

Rilis Berita Resmi Statistik IHK/Inflasi BPS Kabupaten Beltim ini berlangsung di ruang Pertemuan Kantor BPS Beltim, Senin (1/7/24). Turut hadir Bupati Beltim Burhanudin, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar serta pimpinan OPD terkait.

Kepala BPS Kabupaten Beltim Dwi Widiyanto dalam rilisnya menyatakan inflasi y-on-y terjadi karena terjadinya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di beberapa kelompok pengeluaran. Mulai dari kelompok; penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,86 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,71 persen; pakaian dan alas kaki sebesar 3,57 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,59 persen.

Baca Juga  Edi Prio Pambudi: ASEAN Wajib Kembangkan Ekonomi Biru

“Juga pada kelompok; makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,69 persen, kesehatan sebesar 0,87 persen; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,39 persen; serta transportasi sebesar 0,32 persen,” ungkap Dwi.

Sebaliknya, kelompok yang mengalami deflasi y-on-y atau terjadinya penurunan indeks yaitu kelompok; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,13 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,12 persen.

“Sedangkan kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks. Mei ke Juni ini kita Deflasi,” tambah Dwi.

Meskipun begitu Dwi menyatakan kondisi inflasi setahun, yakni 1,75 di Kabupaten Beltim masih di bawah target tertinggi, yakni 2,5 plus/minus 1. Selama dalam tingkatan itu masih bisa dikatakan baik.

Baca Juga  "Jewer IM" : Isyak Meirobie Undang Kritik Konstruktif dari Masyarakat

“Artinya kalau inflasi terlalu rendah pertumbuhan perekonomian kita berjalan juga tidak bagus. Begitu pula kalau terlalu tinggi di atas 3,5 persen daya beli masyarakat akan berkurang karena harga-harga tinggi,” jelas Dwi.

Sementara itu dari rilis yang disajikan BPS Bupati Beltim, Burhanudin menyatakan kondisi inflasi di Kabupaten Beltim masih stabil atau bisa dikendalikan.

“Kalau kita melihat daya beli masyarakat dalam kondisi baik. Hanya saja kita tidak boleh terlena, pemulihan perekonomian di sektor tambang harus terus dilakukan,” kata Aan sapaan Burhanudin.
Selain itu yang patut diperhatikan untuk pengeluaran di Kelompok makanan, minuman dan tembakau. Karena itu keterkaitannya dengan banyak kelompok lainnya.

“Yang perlu diwaspadai terutama di tembakau karena orang kecendrungannya beli rokok lebih besar lebih tinggi dari kebutuhan yang lain,” ujar Aan. (Adi/Rel)

Share :

Baca Juga

Festival Wisata Terong

Belitong Economic and Business

Festival Wisata Terong Ke-5 Resmi Dibuka, Jadi Magnet Tarik Wisatawan Domestik dan Mancanegara

Belitong Economic and Business

Harga Daging Sapi di Pasar Tanjungpandan Stabil, Stok Dipastikan Cukup

Belitong Economic and Business

‎GPM Nasional Serentak, Bulog Belitung Jual Dua Ton Beras SPHP

Belitong Economic and Business

Tinjau Kegiatan Operasi Pasar di Belitung, Pj Gubernur Babel Pastikan Stok Bapok Cukup
Belitung Tuan Rumah ASEAN

Belitong Economic and Business

Sukses Menjadi Tuan Rumah ASEAN HLTF-EI 2023, Bupati Sebut Belitung Semakin Dikenal Dunia

Belitong Economic and Business

Kabupaten Beltim Alami Inflasi Sebesar 0,29 Oktober 2024
Digital Marketing

Belitong Economic and Business

Tingkatkan Kemampuan Pelaku UMKM, DTKKUKM Beltim Gelar Pelatihan Digital Marketing
Suharso Monoarfa

Belitong Economic and Business

Suharso Monoarfa Opens ASEAN Blue Economy Forum in Belitung, Calls Blue Economy Important in Southeast Asia