Sementara itu, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan rasa syukur dan harapannya setelah anaknya mengikuti deklarasi ini.
“Sebagai orang tua, tentu saya sangat mengkhawatirkan perilaku anak-anak yang ikut perang sarung. Dengan adanya deklarasi ini, kami berharap mereka lebih memahami akibat dari tindakan mereka dan tidak lagi terlibat dalam aktivitas yang membahayakan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Polres Belitung yang telah peduli dan memberikan pembinaan kepada anak-anak kami. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan demi keamanan dan masa depan generasi muda, ” ungkapnya.
Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan tidak ada lagi aksi perang sarung di Kabupaten Belitung, dan para pelajar dapat lebih disiplin serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Tak lupa, di akhir kegiatan, Kasat Binmas Polres Belitung, AKP Amsar, turut memberikan himbauan kepada para pelajar yang terlibat dalam aksi perang sarung. Beliau menekankan agar mereka tidak mengulangi perbuatan tersebut dan lebih bijak dalam menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat.
“Kami berharap adik-adik sekalian dapat mengambil pelajaran dari kegiatan ini. Jangan sampai mengulangi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Jadilah generasi muda yang berprestasi, menjaga persaudaraan, dan selalu menghormati aturan yang ada,” ujar AKP Amsar dalam himbauannya.
Dengan adanya komitmen dari para pelajar serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan upaya pencegahan aksi perang sarung ini dapat berjalan efektif demi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Belitung. (Nazriel)







