BelitongToday, Kelapa Kampit – Antrean BBM di SPBU Kelapa Kampit mulai ditata. Sekitar 260 pengecer yang telah terdaftar kini wajib menggunakan kartu kendali dengan jadwal pengisian dan batas maksimal 60 liter.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan untuk mengatur distribusi Pertalite sekaligus memastikan BBM yang diperoleh pengecer benar-benar kembali disalurkan kepada masyarakat.
Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Khairil Anwar, yang juga Ketua Satgas Pengawasan BBM Beltim, meminta seluruh pengecer mematuhi mekanisme yang telah disepakati bersama Forkopimda.
Ia menegaskan, kartu kendali bukan untuk memberikan keistimewaan kepada pengecer, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi BBM agar tetap berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Berdasarkan kesepakatan Forkopimda, pengecer saat ini diberikan kupon atau kartu kendali. Masing-masing kios diberikan jatah 60 liter. Tolong ini dijalankan, jangan sampai kebijakan yang sudah kami ambil kami cabut dan kami ganti dengan kebijakan yang lain,” kata Khairil saat memberikan arahan di SPBU Kelapa Kampit, Selasa (29/9/2026).
Menurut Khairil, pengecer memiliki peran membantu warga yang tidak dapat datang langsung ke SPBU. Karena itu, BBM yang diperoleh melalui kartu kendali harus dijual kembali kepada masyarakat di sekitar wilayahnya.
“Kita bantu masyarakat yang tidak dapat ke SPBU, sehingga mereka bisa membeli BBM di kios yang sudah diarahkan kecamatan. Kami minta harga juga jangan terlalu tinggi,” ujarnya.
Khairil meminta masyarakat turut menjadi bagian dari pengawasan. Jika ditemukan pengecer yang telah memperoleh jatah BBM tetapi tidak menjualnya kepada masyarakat, warga diminta melapor kepada camat untuk ditindaklanjuti bersama Forkopimcam.
Tak hanya pengecer, petugas SPBU juga menjadi bagian yang diawasi, terutama dalam penggunaan barcode saat pengisian BBM.
Khairil meminta petugas memastikan barcode yang digunakan sesuai dengan kendaraan dan tidak melakukan praktik yang menyimpang.
“Kepada petugas SPBU, tukang stik, tolong jangan main. Saya ingatkan jangan main, karena kalau kedapatan pasti akan diproses. Kepada masyarakat kalau ada tukang stik ini main-main, silakan sampaikan, jangan ragu sampaikan saja,” tegasnya.
Masyarakat umum juga diminta tidak membeli Pertalite secara berlebihan maupun menimbunnya. Pengawasan, kata Khairil, tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat.
![]()







