Home / Belitong Economic and Business

Rabu, 30 September 2026 - 11:32 WIB

Kartu Kendali BBM Mulai Diterapkan di Kelapa Kampit, Masyarakat Diminta Ikut Awasi Penyaluran

Antrean BBM di SPBU Kelapa Kampit mulai ditata. 260 pengecer dibagi tiga kelompok dengan kartu kendali, maksimal 60 liter.

Antrean BBM di SPBU Kelapa Kampit mulai ditata. 260 pengecer dibagi tiga kelompok dengan kartu kendali, maksimal 60 liter.

BelitongToday, Kelapa Kampit – Antrean BBM di SPBU Kelapa Kampit mulai ditata. Sekitar 260 pengecer yang telah terdaftar kini wajib menggunakan kartu kendali dengan jadwal pengisian dan batas maksimal 60 liter.

Kebijakan tersebut mulai diterapkan untuk mengatur distribusi Pertalite sekaligus memastikan BBM yang diperoleh pengecer benar-benar kembali disalurkan kepada masyarakat.

Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Khairil Anwar, yang juga Ketua Satgas Pengawasan BBM Beltim, meminta seluruh pengecer mematuhi mekanisme yang telah disepakati bersama Forkopimda.

Ia menegaskan, kartu kendali bukan untuk memberikan keistimewaan kepada pengecer, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi BBM agar tetap berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Berdasarkan kesepakatan Forkopimda, pengecer saat ini diberikan kupon atau kartu kendali. Masing-masing kios diberikan jatah 60 liter. Tolong ini dijalankan, jangan sampai kebijakan yang sudah kami ambil kami cabut dan kami ganti dengan kebijakan yang lain,” kata Khairil saat memberikan arahan di SPBU Kelapa Kampit, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga  Respon Cepat Aduan Kerusakan Lampu PJU, Dishub Belitung Bakal Luncurkan Satgas 'Kunang'

Menurut Khairil, pengecer memiliki peran membantu warga yang tidak dapat datang langsung ke SPBU. Karena itu, BBM yang diperoleh melalui kartu kendali harus dijual kembali kepada masyarakat di sekitar wilayahnya.

“Kita bantu masyarakat yang tidak dapat ke SPBU, sehingga mereka bisa membeli BBM di kios yang sudah diarahkan kecamatan. Kami minta harga juga jangan terlalu tinggi,” ujarnya.

Khairil meminta masyarakat turut menjadi bagian dari pengawasan. Jika ditemukan pengecer yang telah memperoleh jatah BBM tetapi tidak menjualnya kepada masyarakat, warga diminta melapor kepada camat untuk ditindaklanjuti bersama Forkopimcam.

Baca Juga  Komunitas "Belitong Muda Bisa" Serahkan Rak Kain Sarung dan Mukena ke Masjid Abdul Hadi

Tak hanya pengecer, petugas SPBU juga menjadi bagian yang diawasi, terutama dalam penggunaan barcode saat pengisian BBM.

Khairil meminta petugas memastikan barcode yang digunakan sesuai dengan kendaraan dan tidak melakukan praktik yang menyimpang.

“Kepada petugas SPBU, tukang stik, tolong jangan main. Saya ingatkan jangan main, karena kalau kedapatan pasti akan diproses. Kepada masyarakat kalau ada tukang stik ini main-main, silakan sampaikan, jangan ragu sampaikan saja,” tegasnya.

Masyarakat umum juga diminta tidak membeli Pertalite secara berlebihan maupun menimbunnya. Pengawasan, kata Khairil, tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga masyarakat.

Share :

Baca Juga

Penumpang Kapal Cepat Express Bahari 3 E

Belitong Economic and Business

H+4 Idul Fitri, Jumlah Penumpang Kapal Cepat Express Bahari 3 E Tujuan Pangkal Pinang 322 Orang

Belitong Economic and Business

Awal Ramadhan 1445 Hijriah, Arus Penumpang dan Kendaraan di Pelabuhan Tanjung Ru Lancar

Belitong Economic and Business

Ayo Datang! Besok DKPP Belitung Gelar Pangan Murah di Gedung Nasional
Digital Marketing

Belitong Economic and Business

Tingkatkan Kemampuan Pelaku UMKM, DTKKUKM Beltim Gelar Pelatihan Digital Marketing

Belitong Economic and Business

Ratusan Massa Kembali Geruduk Kantor Bupati Belitung, Tuntut Penyelesaian Polemik Foresta, Minta Sanem Keluar
Bupati Belitung Timur Burhanudin

Belitong Economic and Business

Hore! Akhirnya Pemkab Beltim Bakal Aspal Jalan Selindang Desa Senyubuk
Dinas Ketahanan Pangan

Belitong Economic and Business

Sukses Digelar, Pasar Tani DKPP Belitung Awal November Catatkan Transaksi Rp16 Juta

Belitong Economic and Business

‎Jaga Ketersediaan Stok, Bulog Belitung Tambah Pasokan 1.500 Ton Beras Jelang Nataru