260 Pengecer Dibagi Tiga Kelompok
Camat Kelapa Kampit, Yudie Brahma, menjelaskan pembagian kartu kendali kepada pengecer telah dimulai sejak Senin (28/9/2026).
Dari sekitar 260 pengecer yang terdaftar, mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap harinya, sekitar 85 hingga 86 pengecer mendapat giliran untuk melakukan pengisian.
Jadwal pengisian ditetapkan mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Pengecer wajib menggunakan sepeda motor dan dilarang menggunakan jeriken.
Dalam satu periode, kartu kendali memberikan lima kali kesempatan pengisian dengan total maksimal 60 liter.
“Jumlah 60 liter itu maksimal. Jadi bukan berarti harus sampai 60 liter. Untuk lima kali ke SPBU itu maksimal 60 liter menggunakan kendaraan motor,” jelas Yudie.
Kartu kendali memuat identitas pengecer, mulai nama, alamat, nomor telepon hingga data kendaraan. Setiap pengisian dicatat pada lima kolom yang tersedia sebagai bagian dari proses validasi.
Khusus Kelapa Kampit, kartu kendali dibedakan menjadi tiga warna, yakni kuning, merah jambu dan biru.
Masing-masing kelompok mendapat jadwal pengisian dua kali dalam sepekan. Kelompok pertama dijadwalkan Senin dan Kamis, kelompok kedua Selasa dan Jumat, sedangkan kelompok ketiga Rabu dan Sabtu.
Untuk masyarakat umum, pembelian BBM tetap berlangsung seperti biasa melalui nozzle berbeda. Kendaraan roda empat tetap menggunakan mekanisme barcode dan tidak masuk dalam kategori pengecer.
“Kalau mobil tetap pakai barcode. Istilah pengecer di mobil itu tidak ada. Kalau Pertamax silakan masuk. Kalau Pertalite, subsidi yang motor,” jelas Yudie.
SPBU Kelapa Kampit sendiri memiliki alokasi sekitar 16 kiloliter Pertalite setiap hari. Sekitar 8 kiloliter diperuntukkan bagi kendaraan roda empat dan 8 kiloliter bagi kendaraan roda dua.
![]()







