Home / Belitong History

Rabu, 25 Oktober 2023 - 16:00 WIB

Keberadaan Anjing Liar Dinilai Ganggu Keindahan Wajah Kota, Begini Kisah Bupati Belitung H.AS Hanandjoeddin Kendalikan Populasi Anjing Liar

Suasana kota Belitung tempo dulu di halaman depan Kantor Pusat yang kini menjadi Barata Department Store.

Suasana kota Belitung tempo dulu di halaman depan Kantor Pusat yang kini menjadi Barata Department Store.

BelitongToday, Tanjungpandan – Keberadaan anjing liar baik di pusat maupun di sudut-sudut kota Tanjungpandan dinilai mengganggu keindahan wajah kota.

Hal ini Bupati Belitung, Sahani Saleh, ungkapkan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Belitung, Senin (23/10) lalu.

Menurut orang nomor satu di Belitung ini, selain mengganggu keindahan wajah kota, keberadaan anjing liar tersebut juga dapat membahayakan keselamatan pengendara yang melintas.

Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk mengendalikan populasi anjing liar tersebut, sehingga tidak berkeliaran di pusat kota dan bisa membahayakan keselamatan pengendara.

Ternyata permasalahan anjing liar di Kabupaten Belitung bukan baru kali ini saja. Hal yang sama juga pernah terjadi pada zaman Bupati Belitung Belitung periode 1967-1972 yakni H.AS Hanandjoeddin.

Dikutip dari buku, Haril M Andersen dan Bambang Sutrisno, Kiprah dan Kenangan Sosok Bupati H.AS Hanandjoeddin “Memenuhi Panggilan Rakyat” tahun 2021. Pada halaman 77 tertulis bahwa masyarakat Tanjungpandan pada waktu itu mengeluhkan keberadaan anjing liar.

Baca Juga  Pesawat Latih AS-202 Bravo Jadi Monumen Lanud H. AS Hananjoeddin Belitung

Anjing-anjing liar tersebut sering berkeliaran di jalan. Sehingga keberadaan anjing liar tersebut sangat meresahkan warga pejalan kaki maupun pengendara sepeda saat itu. Kemudian banyak warga yang khawatir terkena penyakit rabies dari gigitan maupun serangan anjing liar.

Membuat Perda Pajak Anjing

Menyikapi masalah ini Bupati Belitung H.AS mengambil langkah tegas. Bupati H.AS Hanandjoeddin kala itu bersama DPRD GR membuat aturan pemeliharaan anjing warga. Pada 13 Januari 1969 Pemda Belitung mengumumkan Perda Nomor 3 Tahun 1969 tentang Pajak Anjing.

Dalam Perda Nomor 3 Tahun 1969 tentang Pajak Anjing tersebut ada ketentuan mengenai pemeliharaan anjing. Warga wajib mendaftarkan anjing peliharaannya. Besaran pajaknya kala itu adalah Rp100,- per satu ekor anjing.

Setiap anjing yang telah didaftarkan tersebut mendapat semacam ‘peneng’ anjing. Apabila anjing yang berkeliaran di jalan tanpa mengenakan “peneng” maka pemiliknya bisa terkena denda sampai 300 persen.

Baca Juga  Desa Lalang Manggar Kini Resmi Berusia 147 Tahun, Kaya Nilai Sejarah

Hal ini lantaran anjing yang berkeliaran di jalan atau fasilitas umum tanpa “peneng” dianggap sebagai anjing liar dan petugas akan memusnahkannya.

Dengan adanya aturan ini, masyarakat yang memiliki anjing peliharaan saat itu sangat berhati-hati. Mereka tidak mau anjingnya ditangkap atau pemerintah musnahkan karena telah berkeliaran di jalan, lingkungan kantor pemerintahan, pasar, ataupun sekolah.

Dengan adanya Perda Nomor 3 Tahun 1969 tentang Pajak Anjing sangat efektif dalam mengendalikan populasi anjing liar. Selain itu perda ini juga mampu menggenjot pendapatan retribusi dan pajak daerah. Perda ini pun masih berlaku di Kabupaten Belitung sampai era tahun 1990-an. Mungkinkah Pemkab Belitung akan kembali menerbitkan aturan tentang pajak anjing untuk mengendalikan populasi anjing liar sekarang ini ? (Tim)

https://youtu.be/mEfiZhdHG7Y?si=Ii9h6lPekWjZn-_9

Share :

Baca Juga

Dinkes Belitung

Belitong History

Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Belitung Capai 147.325 Orang
makanan

Belitong History

Kamu Suka Banget Makan Ayam Goreng? Ini Faktanya
Sungai Nil

Belitong History

Misteri Terus Menghampiri, Asal Usul Sumber Sungai Nil Masih Belum Diketahui

Belitong History

Keunikan Pulau Paskah dan Patung Batu Besar Moai di Samudera Pasifik

Belitong History

Pesawat Latih AS-202 Bravo Jadi Monumen Lanud H. AS Hananjoeddin Belitung
Manusia Purba Zaman Es

Belitong History

Ilmuwan Ungkap Strategi Bertahan Hidup Manusia Purba pada Masa Sulit Zaman Es
Gunung Everest

Belitong History

Gunung Everest: Mungkinkah Tumbuh Lebih Tinggi Lagi? Fakta Menarik di Balik Pergerakan Lempeng Tektonik
Februari

Belitong History

Ini Sejarah Mengapa Bulan Februari Hanya 28 Hari