Home / Belitong History

Kamis, 22 September 2022 - 16:59 WIB

Pesawat Latih AS-202 Bravo Jadi Monumen Lanud H. AS Hananjoeddin Belitung

Peresmian monumen pesawat latih AS-202 Bravo di Mako Lanud H. AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung

Peresmian monumen pesawat latih AS-202 Bravo di Mako Lanud H. AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Belitung

BelitongToday, Tanjungpandan – Pesawat AS-202 Bravo resmi menjadi monumen kebanggaan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Peresmian dilakukan langsung oleh Danlanud H. AS Hanandjoeddin Letkol Nav Rudy Hartono bersama Bupati Belitung Sahani Saleh, di Mako Lanud H. AS Hanandjoeddin, Kamis (22/9)

Pesawat latih milik TNI Angkatan Udara ini merupakan pemberian dari Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsud I 2021-2022) Marsda TNI Tedi Rizalihadi yang diajukan oleh Lanud H.AS Hanandjoeddin.

Pesawat ini diproduksi pertama kali Tahun 1976 oleh negara Swiss dan didatangkan ke Indonesia pada tahun 1981.

Letkol Nav Rudy Hartono, mengatakan, pesawat latih AS 202 Bravo ini mulai digunakan sebagai pesawat Latih Mula di Skuadron Pendidikan 101 Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

Pesawat ini telah berjasa melatih ratusan pengawal-pengawal Dirgantara Nusantara. Diantaranya para penerbang Pesawat Tempur, Pesawat Angkut, Helikopter maupun Navigator TNI Angkatan Udara.

“Pesawat ini digunakan sebelum siswa sekolah penerbang melanjutkan latih dasar dan selanjutnya sesuai dengan jurusannya. Baik Pesawat Tempur, Pesawat Angkut, Helikopter maupun Navigator TNI AU. Pesawat tersebut terakhir digunakan sebagai pesawat latih pada tahun 2015 karena keterbatasan suku cadang dan banyak kontrol yang masih berjenis analog,” jelasnya.

Baca Juga  Gunung Everest: Mungkinkah Tumbuh Lebih Tinggi Lagi? Fakta Menarik di Balik Pergerakan Lempeng Tektonik

Ia berharap, semoga monumen pesawat TNI AU AS-202 Bravo ini bisa membawa motivasi bagi anggota Lanud ASH dan masyarakat Belitung untuk lebih mengenal kedirgantaraan karena telah menjadi ikon destinasi wisata baru kebanggaan masyarakat Belitung yang memiliki ciri khas TNI Angkatan Udara.

“Monumen ini kami buka untuk umum. Jadi bagi warga yang mau berfoto kami persilahkan, asal dengan tertib. Misalnya, nanti ada yang mau foto, silahkan untuk ijin ke pos jaga. Sehingga nanti dapat diarahkan oleh anggota yang sedang melaksanakan piket dan tidak saling merugikan,” pesannya.

Senada, Bupati Belitung, Sahani Saleh, berharap keberadaan monumen ini juga dapat menjadi media edukasi sejarah atau pembelajaran bagi masyarakat. Khususnya bagi generasi muda, untuk menambah ilmu dan wawasan, sekaligus rasa kecintaan terhadap tanah air, bangsa dan negara, serta dapat menjadi daya tarik pariwisata daerah.

Baca Juga  Bagaimana Sejarah Situs Web Pertama di Dunia?

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar nanti dapat sama-sama menjaga dan memelihara monumen ini dengan sebaik-baiknya. Bupati Belitung dua periode ini pun sepakat, bahwa hingga saat ini TNI Angkatan Udara telah banyak berkiprah dan mengabdikan diri untuk menjalankan tugas dan pengabdian bagi bangsa dan negara.

“Tentunya telah banyak bukti dan abdi nyata yang telah ditorehkan jajaran TNI AU. Kebanggaan dan penghargaan ini haruslah sama-sama kita jaga dan pelihara, agar tetap bermakna hingga batas waktu tak tertentu. Inilah cara positif untuk menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang besar dan sanggup mempertahankan, mengisi, serta memaknai kemerdekaan yang dimiliki bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Belitong History

Bagaimana Sejarah Situs Web Pertama di Dunia?

Belitong History

Pakaian Adat Suku Melayu Belitong dari Masa ke Masa
Penemuan Roti

Belitong History

Ini Sejarah dan Evolusi Penemuan Roti
Manusia Warna

Belitong History

Mendalami Fenomena Sinestesia: Bisakah Manusia Menangkap Rasa dari Warna?
Los Pasar Ikan belitung

Belitong Economic and Business

Mengulik Sejarah Pembangunan Los Pasar Ikan Tanjungpandan, Upaya Bangkitkan Perekonomian Masyarakat Belitung

Belitong History

Kisah Kegelapan Hari Yatim Piatu Perang Dunia
Sejarah Lantai Kayu

Belitong History

Sejarah Lantai Kayu Inovasi dari Kreativitas Manusia
Wisata Sejarah

Belitong History

Menparekraf Sebut Heritage Belitung Simpan Potensi Wisata Sejarah