BelitongToday, Tanjungpandan – Pakaian adat, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring adalah pakaian resmi khas daerah. Merujuk pada definisi tersebut terdapat keterangan mengenai pakaian resmi Belitong pada era kolonial.
Salah satu keterangan tentang pakaian adat itu diketahui lewat tulisan John Francis Loudon. Tulisan yang diterbitkan pada tahun 1883 itu berjudul De Eerste Jaren Der Billiton-onderneming. Loudon adalah pionir perusahaan tambang timah Billiton Maatschappij yang memulai usahanya di Pulau Belitung pada tahun 1851. Dalam satu kesempatan pada 13 Juni 1852, Loudon menyelenggarakan perayaan dengan mengundang para pejabat dan seluruh warga kampung di Tanjungpandan. “Tadi pagi Depati dengan seluruh kampong datang mengucapkan selamat ke saya, semua dengan pakaian resmi, Dekker dan Van Hoeften berpakaian hitam. Komandan militer dengan pakaian kebesaran, parade dengan 25 orang, lingkung kehormatan dibikin oleh Dekker dengan nama Pangeran dalam bahasa Belanda, Cina, dan Melayu,” kata Loudon.
Kata “pakaian resmi” dalam kutipan tersebut berasal dari kata “groot tenue”. Dalam terjemahan bebas, kata ini juga sering diartikan seragam lengkap. Contoh penggunaan pakaian ini tampak dalam sebuah foto koleksi KITLV berjudul “De regent van Salatiga ten zuiden van Semarang in groot tenue met zijn pajoengdrager op de rouwreceptie bij de resident van Soerabaja na de dood van Koning Willem III”. Simak fotonya berikut ini :







