
Tidak disebutkan nama khusus untuk pakaian resmi Depati yang dikisahkan oleh Loudon. Namun, gambaran mengenai pakaian resmi itu mungkin bisa dibayangkan lewat pakaian yang dikenakan oleh Kupa, seorang Kepala Kampung di Teluk Pring. Dalam gambar tersebut Kupa tampak mengenakan jas dengan kalung tanda jasa.

Pakaian yang dikenakan Kupa pada tahun 1860 ini mirip dengan deskripsi pakaian pria Belitong yang dikisahkan oleh Cornelis de Groot dalam bukunya tahun 1887. Menurut De Groot, pakaian Orang Darat penduduk bumiputra Belitong tidak jauh berbeda dengan pakaian Melayu. Seorang kepala kampung mengenakan pakaian jas lakon hitam yang tertutup tinggi dengan kerah berdiri. Selain itu ada juga sarung yang dipakai. “Di luar rumah, laki-laki biasanya memakai celana pendek lebar, yang diikat dengan sebuah gesper terikat di atas pinggangnya, di bawahnya dipakai sebuah kain sarung setengah digulung dan setengah digantung sampai di atas lutut, dipaut oleh gelungan sekeliling badan,” kata De Groot.







