BelitongToday, Tanjungpandan – Dinas Perikanan Kabupaten Belitung mencatatkan performa impresif pada tahun anggaran 2025. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan dilaporkan mencapai Rp743.902.000, atau sebesar 146 persen dari target yang ditetapkan senilai Rp507.800.000.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Ade Winarko, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil optimalisasi berbagai jenis retribusi jasa dan pemanfaatan fasilitas perikanan yang dikelola oleh dinas.
“Alhamdulillah realisasi penerimaan PAD di Dinas Perikanan Belitung mencapai Rp743.902.000 atau 146 persen dari target tahun 2025,” ujar Ade Winarko.
Berdasarkan data teknis, lonjakan signifikan terjadi pada beberapa sektor unggulan.
Jasa es balok di Tanjungpandan menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp250,9 juta dari target Rp150 juta.
Selain itu, penyewaan bangunan perikanan juga menyumbang angka besar yakni Rp192,3 juta, jauh melampaui target awal Rp75 juta.
![]()
Sektor lain yang menunjukkan pertumbuhan positif meliputi, pemakaian alat pengolahan ikan terealisasi Rp14,5 juta (Target Rp3 juta).
Jasa tambat labuh kapal terealisasi Rp18,3 juta (Target Rp9 juta). Benih ikan air tawar: Terealisasi Rp47,6 juta (Target Rp32 juta). Jasa docking kapal: Terealisasi Rp10,7 juta (Target Rp8 juta).
Meski mayoritas sub-sektor melampaui target, Ade mencatat retribusi benih ikan kerapu masih berada di bawah target, yakni terealisasi Rp39,9 juta dari target Rp60 juta.
Hal ini disebabkan oleh faktor eksternal terkait perdagangan internasional.
”Hanya sektor ikan kerapu yang tidak mencapai target karena ada kendala di pengiriman dan permasalahan internal negara tujuan ekspor ikan kerapu,” jelasnya.
Menyongsong tahun 2026, Ade berharap tren positif ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan melalui berbagai inovasi pelayanan dan pengelolaan aset perikanan di Kabupaten Belitung.
”Semoga tahun 2026, kita berupaya agar PAD terus mencapai target yang ada nantinya,” pungkas Ade. (Aody)
![]()







